Pengarah Ekonomi PM Malaysia : Peranan Media Sangat Penting Jaga Hubungan Malaysia-RI
KUALA LUMPUR, iNews.id - Pengarah Ekonomi Pejabat Perdana Menteri Malaysia Shahril Suffian Hamdan menilai peranan media sangat penting menjaga hubungan Malaysia dan Indonesia. Organisasi Ikatan Setia Kawan Wartawan Malaysia-Indonesia (ISWAMI) juga dalam posisi menjadi saluran diplomasi jurnalis untuk saling menjaga kedua negara.
"Karena itulah Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yakoob pada Mei 2022 mengumumkan persetujuan alokasi 1 juta juta Ringgit Malaysia agar ISWAMI Malaysia dapat melaksanakan kegiatannya memperkuat hubungan yang telah terjalin lama antara media Malaysia dan Indonesia serta negara tetangga lainnya," ujar Shahril dalam jamuan makan malam untuk delegasi media Indonesia di Kuala Lumpur, Kamis (30/6/2022).
Dia berharap alokasi dana tersebut dapat membantu ISWAMI merencanakan program kerja sama media kedua negara.
Delegasi media dari Indonesia berada di Malaysia sebagai bagian dari program empat hari yang diselenggarakan oleh ISWAMI mulai 28 Juni hingga 1 Juli.
Cerita TKI di Malaysia Jarang Pulang ke Kampung Halaman demi Hidupi Keluarga
"Hubungan khusus antara Malaysia dan Indonesia harus terus ditingkatkan ke tingkat yang benar-benar dapat mencapai potensi dan relevan dengan tantangan saat ini," katanya.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Kantor Berita Nasional Malaysia Bernama Roslan Ariffin mengatakan wartawan Malaysia juga mengundang teman-teman media dari Indonesia untuk datang pada Perayaan Hari Wartawan Nasional (HAWANA) pada 29 Mei 2022 lalu. Tujuannya untuk mempererat solidaritas dan persaudaraan sesama jurnalis.
“Yang paling penting peran untuk tanah air kita, artinya jurnalis Indonesia jaga Indonesia, jurnalis Malaysia jaga Malaysia," kata Roslan.
Dia juga mengatakan banyak konflik atau masalah yang dapat diselesaikan di meja perundingan oleh kedua negara, tapi bukan di meja pimpinan pejabat atau menteri. Menurutnya, setiap persoalan bisa diselesaikan di meja redaksi media.
“Sebenarnya banyak konflik, masalah yang bisa diselesaikan oleh kedua negara ini di atas meja, bukan di atas meja para pemimpin atau menteri tetapi di atas meja media itu sendiri. Karena terkadang konflik-konflik ini kecil tapi diperbesar oleh media atas dasar sensasi,” katanya.
Editor: Reza Fajri