Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Padat, ASDP Ungkap Biang Keroknya
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan, perusahaan tengah menyiapkan solusi untuk mengatasi kepadatan dalam jangka pendek sekaligus memperkuat kapasitas lintasan dalam jangka panjang.
"Yang kami lakukan bukan hanya mengurai antrean ketika kepadatan terjadi, tetapi juga menyiapkan solusi yang lebih fundamental agar lintasan memiliki kapasitas dan fleksibilitas yang semakin baik dalam menghadapi pertumbuhan permintaan ke depan," kata Windy.
Untuk jangka pendek, ASDP menyiapkan stabilisasi melalui pengendalian arus dan penguatan kapasitas di Lintas Ketapang-Gilimanuk. Sementara dalam jangka menengah dan panjang, perusahaan akan meningkatkan kapasitas dermaga, berkoordinasi untuk pengembangan buffer area, menyiapkan akses pendukung, serta menambah armada.
Penambahan armada juga diarahkan untuk mendukung operasional di Lintas Ketapang-Gilimanuk dan Lintas Tanjung Wangi-Lembar melalui kapal perbantuan.
Dari sisi infrastruktur, ASDP menargetkan peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk dan Dermaga V Ketapang dari dermaga ponton menjadi Dermaga Mobile Bridge (MB). Kedua dermaga tersebut ditargetkan dapat dioperasikan paling lambat pada periode Angkutan Lebaran 2027.