Penyesalan Terbesar Soeharto Tak Turuti Nasihat Jenderal Kopassus

Faieq Hidayat ยท Jumat, 26 November 2021 - 07:49:00 WIB
Penyesalan Terbesar Soeharto Tak Turuti Nasihat Jenderal Kopassus
Presiden ke-2 RI Soeharto. (Foto ist).

JAKARTA, iNews.id - Presiden ke-2 RI Soeharto pernah mengungkapkan penyesalan terbesar kepada Jenderal TNI (Purn) LB Moerdani atau Benny Moerdani. Saat itu Benny Moerdani sedang terbaring di kasur perawatan RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. 

Suara Soeharto nyaris tak terdengar. Pelan-pelan mata dua jenderal ini berkaca-kaca. 

“Kowe pancen sing bener, Ben. Nek aku manut nasihatmu, ora koyo ngene (Kamu memang yang benar, Ben. Seandainya aku menuruti nasihatmu, tak akan seperti ini),” kata Soeharto seperti yang ditirukan oleh asisten Benny yang berada di ruang perawatan. Demikian dikutip dalam buku Benny Moerdani Yang Belum Terungkap seri buku Tempo.

Jenderal Benny Moerdani dilantik menjadi Panglima ABRI atau Panglima TNI oleh Presiden Soeharto. (Foto dok Benny Moerdani Profil Prajurit Negarawan).
Jenderal Benny Moerdani dilantik menjadi Panglima ABRI atau Panglima TNI oleh Presiden Soeharto. (Foto dok Benny Moerdani Profil Prajurit Negarawan).

Dua hari setelah kunjungan tersebut, Benny meninggal dunia pada Agustus 2004 lalu. Benny yang lulusan RPKAD (kini disebut Kopassus) memang salah satu jenderal kepercayaan Soeharto. Keduanya mempunyai hubungan yang sangat dekat. 

Tak jelas apa nasihat Benny yang membuat Soeharto menyesal luar biasa karena tak menuruti nasihat mantan Panglima ABRI itu. Namun sejak penguasa Orde Baru itu mencopot Benny dari Panglima ABRI pada 1988, publik melihat ada kejangalan. Sebab Benny yang dijuluki Raja Intelijen itu dicopot sebelum Sidang Umum MPR. 

Editor : Faieq Hidayat

Bagikan Artikel: