Peraih Nobel Ekonomi Ungkap Kunci RI Keluar dari Middle Income Trap, Apa Itu?
Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi ekonomi karena struktur ketenagakerjaannya masih didominasi sektor primer, termasuk pertanian. Howitt melihat perpindahan tenaga kerja dari sektor tersebut ke industri manufaktur sebagai salah satu peluang untuk meningkatkan produktivitas nasional.
"Saya memandang ruang strategi ini masih sangat terbuka lebar bagi Indonesia, di mana lebih dari seperempat populasi angkatan kerja masih terkonsentrasi di sektor pertanian. Tenaga kerja ini dapat ditransisikan secara relatif mudah ke sektor manufaktur dengan tingkat upah yang kompetitif secara internasional," kata Howitt.
Dia mencontohkan keberhasilan sejumlah negara Asia Timur seperti Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan China dalam meningkatkan kemampuan industri serta mengejar ketertinggalan teknologi.
Menurut Howitt, keberhasilan negara-negara tersebut antara lain ditopang penguasaan teknologi asing oleh perusahaan berskala besar, ketersediaan tenaga kerja yang disiplin, dukungan perbankan nasional, perencanaan industri, serta keterbukaan terhadap investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI).
Kemitraan dengan perusahaan multinasional juga dinilai menjadi saluran penting untuk mempercepat transfer teknologi. Melalui kemitraan tersebut, perusahaan domestik dapat mempelajari metode produksi modern sekaligus memanfaatkan skala ekonomi dengan menjangkau pasar ekspor global.