Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tarif Listrik Tak Naik, Bahlil: Masih seperti yang Lama
Advertisement . Scroll to see content

Perbedaan AC dan DC pada Arus Listrik, Pengertian dan Contohnya

Jumat, 09 Desember 2022 - 13:41:00 WIB
Perbedaan AC dan DC pada Arus Listrik, Pengertian dan Contohnya
Perbedaan AC dan DC (Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -  Perbedaan AC dan DC pada arus listrik terdapat pada cincinya. AC dan DC termasuk dalam macam-macam dinamo. Apa perbedaannya? Simak di sini.

AC adalah alternating current atau arus bolak-balik dalam sebuah dinamo. Kemudian, DC adalah directing current atau dinamo arus searah dalam sebuah dinamo.

Perbedaan AC dan DC 

  • 1. Dinamo AC

Melansir buku ‘IPA Terpadu SMP/MTs Kls IX B’ terbitan Grasindo, AC tersusun dari sebuah magnet ladam dengan kutub Utara dan Selatan, kumparan, cincin logam, dan sikat. 

Bagaimana Prinsip Kerjanya? 

Roda sepeda yang berputar mengakibatkan kumparan yang terletak antara kutub Utara dan Selatan magnet ladam ikut berputar. Putaran kumparan menyebabkan jumlah garis gaya yang dilingkupi kumparan akan berubah setiap saat. 

Saat kumparan tegak lurus terhadap garis gaya magnet, jumlah garis gaya magnet yang dilingkupi kumparan itu maksimum (paling banyak). Sedangkan saat kumparan sejajar dengan garis gaya magnet, jumlah garis gaya magnet yang dilingkupi kumparan tidak ada. 

Contoh sumber listrik AC dalam kehidupan sehari-hari dijumpai pada dinamo sepeda dan generator arus listrik PLN.

  • 2. Dinamo DC 

Bagian-bagian dinamo DC dan AC pada dasarnya sama saja. Hanya saja perbedaanya terletak pada cincinnya. Dinamo AC menggunakan cincin penuh, sedangkan dinamo DC menggunakan cincin belah (komutator). 

Prinsip kerja DC adalah perputaran kumparan dalam medan magnet menyebabkan jumlah garis gaya magnet yang dilingkupi kumparan setiap saat berubah dari tidak ada menjadi sedikit. Komutator yang terpasang pada dinamo berfungsi untuk mengubah arah arus listrik yang terjadi dalam rangkaian sehingga tidak terjadi pertukaran arus listrik. 

Dinamo yang memiliki magnet permanen atau tetap hanya terdapat pada dinamo yang kecil-kecil saja. Contoh DC adalah sepeda. 

Perbedaan AC dan DC 

Melansir buku ‘Dasar Perancangan Teknik Mesin SMK/MAK Kelas X’ terbitan Penerbit Andi, berikut perbedaan tegangan AC dan DC

  • Energi yang dibawa 

AC: Aman untuk memindahkan energi dalam jarak yang jauh dan memberikan lebih banyak energi 
DC: Tidak dapat memindahkan energi yang jauh karena akan kehilangan energi

  • Penyebab dari arah aliran elektron 

AC: Magnet yang berputar di sepanjang kawat 
DC: Magnet yang stabil di sepanjang kawat

  • Frekuensi 

AC: 50-60 Hz, berbeda pada setiap negara 
DC: 0 

  • Arah 

AC: Berbalik arah ketika mengalir dalam rangkaian
DC: Mengalir satu  arah dalam rangkaian

  • Arus

AC: Bervariasi pada tiap waktu  
DC: Tetap

  • Aliran Elektron 

AC: Bergantian maju dan mundur 
DC: Terus maju 

  • Diperoleh dari 

AC: Generator arus bolak-balik
DC: Baterai

  • Parameter pasif 

AC: Impedansi
DC: Hambatan 

  • Faktor daya 

AC: Antara 0 dan 1 
DC: Selalu 1

  • Jenis 

DC: Sinusoidal, trapesium, segitiga, segiempat
AC: Murni dan bergetar

Demikian perbedaan AC dan DC beserta penjelasan dan contohnya. Semoga semakin paham ya!

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut