Perbedaan AC dan DC pada Arus Listrik, Pengertian dan Contohnya
JAKARTA, iNews.id - Perbedaan AC dan DC pada arus listrik terdapat pada cincinya. AC dan DC termasuk dalam macam-macam dinamo. Apa perbedaannya? Simak di sini.
AC adalah alternating current atau arus bolak-balik dalam sebuah dinamo. Kemudian, DC adalah directing current atau dinamo arus searah dalam sebuah dinamo.
Melansir buku ‘IPA Terpadu SMP/MTs Kls IX B’ terbitan Grasindo, AC tersusun dari sebuah magnet ladam dengan kutub Utara dan Selatan, kumparan, cincin logam, dan sikat.
Roda sepeda yang berputar mengakibatkan kumparan yang terletak antara kutub Utara dan Selatan magnet ladam ikut berputar. Putaran kumparan menyebabkan jumlah garis gaya yang dilingkupi kumparan akan berubah setiap saat.
Saat kumparan tegak lurus terhadap garis gaya magnet, jumlah garis gaya magnet yang dilingkupi kumparan itu maksimum (paling banyak). Sedangkan saat kumparan sejajar dengan garis gaya magnet, jumlah garis gaya magnet yang dilingkupi kumparan tidak ada.
Contoh sumber listrik AC dalam kehidupan sehari-hari dijumpai pada dinamo sepeda dan generator arus listrik PLN.
Bagian-bagian dinamo DC dan AC pada dasarnya sama saja. Hanya saja perbedaanya terletak pada cincinnya. Dinamo AC menggunakan cincin penuh, sedangkan dinamo DC menggunakan cincin belah (komutator).
Prinsip kerja DC adalah perputaran kumparan dalam medan magnet menyebabkan jumlah garis gaya magnet yang dilingkupi kumparan setiap saat berubah dari tidak ada menjadi sedikit. Komutator yang terpasang pada dinamo berfungsi untuk mengubah arah arus listrik yang terjadi dalam rangkaian sehingga tidak terjadi pertukaran arus listrik.
Dinamo yang memiliki magnet permanen atau tetap hanya terdapat pada dinamo yang kecil-kecil saja. Contoh DC adalah sepeda.
Melansir buku ‘Dasar Perancangan Teknik Mesin SMK/MAK Kelas X’ terbitan Penerbit Andi, berikut perbedaan tegangan AC dan DC
AC: Aman untuk memindahkan energi dalam jarak yang jauh dan memberikan lebih banyak energi
DC: Tidak dapat memindahkan energi yang jauh karena akan kehilangan energi
AC: Magnet yang berputar di sepanjang kawat
DC: Magnet yang stabil di sepanjang kawat
AC: 50-60 Hz, berbeda pada setiap negara
DC: 0
AC: Berbalik arah ketika mengalir dalam rangkaian
DC: Mengalir satu arah dalam rangkaian
AC: Bervariasi pada tiap waktu
DC: Tetap
AC: Bergantian maju dan mundur
DC: Terus maju
AC: Generator arus bolak-balik
DC: Baterai
AC: Impedansi
DC: Hambatan
AC: Antara 0 dan 1
DC: Selalu 1
DC: Sinusoidal, trapesium, segitiga, segiempat
AC: Murni dan bergetar
Demikian perbedaan AC dan DC beserta penjelasan dan contohnya. Semoga semakin paham ya!
Editor: Puti Aini Yasmin