Perbedaan Penjara Militer dengan Penjara Biasa di Indonesia, Ada yang Gunakan Teknologi Pintar
JAKARTA, iNews.id - Perbedaan penjara militer dengan penjara biasa belum diketahui banyak orang. Penjara merupakan fasilitas negara yang digunakan untuk menahan para pelaku kejahatan dan pelanggar hukum.
Di Indonesia ternyata tidak hanya ada penjara biasa, namun juga ada penjara militer. Tentu penjara militer berbeda dengan penjara biasa pada umumnya.
Inilah perbedaan penjara militer dengan penjara biasa yang ada di Indonesia:
1. Penjara Militer
Tak Ingin Suami Dipenjara Lagi, Nora Alexandra Sampai Rela Lakukan Ini
Penjara militer tercanggih yang ada di Indonesia terletak di Markas Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya Jakarta. Berbeda dengan penjara pada umumnya, penjara ini memiliki sistem teknologi yang canggih.
Penjara ini dibangun dengan biaya yang cukup fantastis sebesar Rp100 miliar dengan fasilitas teknologi yang mumpuni. Penjara militer ini menjadi penjara pertama dan canggih dalam sejarah TNI AD.
Instalasi tahanan ini dilengkapi dengan teknologi yang pintar sehingga disebut dengan smart instalasi tahanan militer berteknologi artificial atau teknologi kecerdasan buatan. Sistem artificial intelligence technology dipergunakan untuk menganalisis dan menjaga pergerakan para tahanan yang ada di dalamnya.
Luas dari penjara militer ini sekitar 1.500 meter persegi yang dapat menampung tahanan sebanyak 83 orang. Instalasi tahanan militer ini ternyata lebih aman dan manusiawi dari penjara biasa.
Sehingga tidak akan ada vandalisme terhadap fasilitas penjara, perundungan maupun upaya tahanan untuk mencederai diri sendiri atau tahanan lain. Selain itu, yang menjadikan penjara ini canggih karena adanya fasilitas ICT atau information communication technology.
Teknologi ini digunakan untuk mempermudah penyampaian informasi data pada setiap perangkat instalasi. Pintu utama instalasi tahanan militer ini juga dilengkapi dengan lapisan sistem keamanan yang dilengkapi dengan sistem inspeksi kolong kendaraan.
Pemindai X-ray dan pemindai logam juga terpasang di pintu pengunjung untuk mempersulit adanya usaha penyelundupan barang ke dalam instalasi tahanan militer ini. Selain itu kamera CCTV ditempatkan di setiap titik sudut ruangan untuk memantau setiap kegiatan yang tidak wajar dari para tahanan.
Bukan CCTV biasa, melainkan CCTV yang cerdas untuk memberikan sinyal apabila ada keadaan yang tidak wajar. Seluruh tahanan diwajibkan untuk mengenakan gelang pengenal agar dapat diawasi oleh penjaga instalasi. Seluruh aktivitas yang ada di instalasi tahanan militer ini terintegrasi dalam satu ruangan.
2. Penjara Biasa
Penjara biasa yang ada di Indonesia berada langsung di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Sebutan lain untuk penjara biasa adalah Lembaga Pemasyarakatan (LP).
Penjara biasa ini merupakan salah satu fasilitas yang dimiliki negara sebagai tempat seseorang untuk ditahan secara paksa oleh aparat karena telah melanggar hukum dan berada di bawah otoritas negara. Salah satu penjara yang terkenal adalah LP Nusakambangan.
Penjara ini ada di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Nusakambangan memiliki tiga penjara super ketat.
LP Nusakambangan ini menjadi tempat narapidana yang tersandung kasus narkoba dan kasus berat kelas kakap lainnya. Penjara ini mampu menampung sebanyak lebih dari 1.400 narapidana.
Tidak semua orang bisa mengunjungi LP Nusakambangan. Semua yang ingin berkunjung harus mengantongi izin khusus dari Kementerian Hukum dan HAM.
Selain itu keluarga tawanan diizinkan hanya sesuai jadwal rutin kunjungan. Dari seluruh penjara biasa dilengkapi dengan fasilitas ibadah dari semua agama yang diakui oleh negara. Selain itu ada fasilitas makanan dan minuman untuk para tahanan.
Di Lapas juga dilengkapi dengan fasilitas perawatan dan kesehatan. Pada setiap Lapas terdapat fasilitas klinik atau rumah sakit.
Itulah perbedaan penjara militer dengan penjara biasa yang ada di Indonesia. Jika penjara militer dilengkapi dengan teknologi penjagaan yang ketat, penjagaan di penjara biasa menggunakan prosedur yang ketat.
Editor: Rizal Bomantama