Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan
Advertisement . Scroll to see content

Tangani Masalah TBC, Wali Kota Semarang Soroti Kolaborasi Multisektor

Senin, 19 Februari 2024 - 19:11:00 WIB
Tangani Masalah TBC, Wali Kota Semarang Soroti Kolaborasi Multisektor
Wali Kota Semarang Mbak Ita saat hadiri Peluncuran Program USAID Bebas TBC di Hotel Harris, Senin (19/2/2024). (Foto: dok Pemkot Semarang)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektoral dan komitmen dalam menangani masalah TBC

Dengan jumlah kasus TBC mencapai 6.527 pada 2023, masalah TBC di Kota Semarang tidak bisa dianggap remeh.

"Masalah TBC ini bukan hanya masalah kesehatan semata, tetapi juga persoalan ekonomi dan perilaku hidup sehat, serta yang kedua adalah sanitasi total berbasis masyarakat," ucap Mbak Ita sapaan akrabnya saat menghadiri Peluncuran Program USAID Bebas TBC di Hotel Harris, Senin (19/2/2024).

(Foto: dok Pemkot Semarang)
(Foto: dok Pemkot Semarang)

Dia juga menekankan perlunya sinergitas dalam upaya penanggulangan TBC. Mbak Ita menegaskan, bahwa penanggulangan penyakit ini tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. 

"DKK harus membuat time table. Jangan hari ini ada gerakan peluncuran kegiatan setelah itu selesai. Kita bisa berkolaborasi bersama-sama lintas sektoral," tuturnya.

Melalui sejumlah kerja sama antarpihak seperti Forkopimda, OPD Pemkot Semarang, Instansi lintas sektor, dan NGO, dia pun berharap ada satu komitmen bersama untuk melawan penyakit mematikan. Hal ini menuju langkah awal bebas dari TBC dan menuju generasi emas 2045.

“Membutuhkan sinergitas intervensi yang melibatkan multisektor serta peningkatan pemberdayaan masyarakat. Dan sebagai bentuk komitmen Pemkot Semarang untuk menuju Eliminasi TBC tahun 2028, adalah dengan adanya Peraturan Wali Kota Nomor 39 tahun 2017 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC,” ujar Mbak Ita.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Mochamad Abdul Hakam menyoroti pentingnya keterlibatan semua pihak dalam upaya penanggulangan TBC. 

Menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan Dinas Kesehatan atau rumah sakit dalam penanganan masalah ini. 

"Tetapi semua unsur yang terlibat di dalamnya adalah termasuk teman-teman dari kecamatan, kelurahan, OPD seluruhnya termasuk akademisi dan NGO. Karena sekali lagi kalau semuanya terlibat, Insya Allah 2028 nanti bisa kita capai," kata Hakam.

Sementara itu, Provincial Manager USAID Bebas TB Jawa Tengah Endang Nuraini mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Pemkot Semarang yang telah berkomitmen bersama-sama menuntaskan angka TBC.

Pihaknya memastikan bakal intens melakukan koordinasi untuk mewujudkan Kota Semarang zero TBC pada 2028.

Dia mengatakan, USAID Bebas TBC akan fokus melakukan pendampingan kegiatan di Kota Semarang seperti meningkatkan penemuan kasus TBC, kualitas screening, dan diagnosis layanan TBC. 

"Lalu optimalisasi pencegahan TBC dan memperkuat sistem kesehatan untuk mempercepat eliminasi TBC. Kami juga terus memperkuat kemitraan TBC dengan pemangku kepentingan dan komunitas, serta riset implementasi untuk meningkatkan penanggulangan TBC,” ujarnya.

Peluncuran Program USAID Bebas TBC ini merupakan implementasi dari Perpres Nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC. 

Dengan pendampingan kegiatan dari USAID Bebas TBC, Provinsi Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, diharapkan dapat mempercepat langkah menuju eliminasi TBC pada 2030.

Dalam kurun waktu lima tahun ke depan, USAID Bebas TBC akan fokus melakukan pendampingan kegiatan di Kota Semarang dengan berbagai program kerja. 

Adapun program kerja tersebut  mencakup peningkatan penemuan kasus TBC, peningkatan kualitas skrining dan diagnosis TBC, peningkatan kualitas layanan TBC, optimalisasi pencegahan TBC, memperkuat sistem kesehatan, memperkuat kemitraan TBC dengan pemangku kepentingan, serta riset implementasi untuk meningkatkan penanggulangan TBC.

CM

Editor: Anindita Trinoviana

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut