Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Peringatan Hari Damai Aceh Berujung Ricuh, Massa Zikir Akbar Kibarkan Bendera Bulan Bintang
Advertisement . Scroll to see content

Peringatan Hari Damai Aceh Diwarnai Bendera Bulan Bintang, JK: Bukan Aksi Menentang Pemerintah Pusat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:38:00 WIB
Peringatan Hari Damai Aceh Diwarnai Bendera Bulan Bintang, JK: Bukan Aksi Menentang Pemerintah Pusat
Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) (foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) merespons kericuhan yang terjadi saat peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026). Menurutnya, aksi yang diwarnai pengibaran bendera bulan bintang bukan untuk menentang pemerintah pusat.

JK menilai, peristiwa itu lebih dipicu ketidakpuasan internal di kalangan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dia menyebut, tuntutan yang muncul dalam aksi tersebut tidak mengarah kepada pemerintah pusat.

"Ini hanya ada ketidaksenangan kelompok internal. Jadi menujunya bukan ke pusat ini tuntutan, tapi menujunya adanya suatu perbaikan-perbaikan internal di Aceh itu," kata JK di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2026).

Peringatan Hari Damai Aceh awalnya berlangsung dalam bentuk doa dan zikir untuk mengenang 21 tahun penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada 15 Agustus 2005. Namun, situasi memanas setelah muncul aksi pengibaran bendera GAM yang kemudian memicu bentrokan dengan aparat keamanan.

Meski demikian, JK menilai kericuhan tersebut tidak mencerminkan keinginan masyarakat Aceh secara umum. Menurutnya, masyarakat Aceh telah merasakan manfaat perdamaian selama lebih dari dua dekade terakhir.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut