Peringati Hari Kartini, Kementan Dukung Lahirnya Wanita Tangguh Bangun Pertanian

Anindita Trinoviana · Jumat, 22 April 2022 - 15:30:00 WIB
Peringati Hari Kartini, Kementan Dukung Lahirnya Wanita Tangguh Bangun Pertanian
Kementerian Pertanian menjadikan momen Hari Kartini 2022 untuk meningkatkan peran dan keterlibatan gender wanita dalam membangun sektor pertanian (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) turut memperingati Hari Kartini 2022 sebagai momentum untuk meningkatkan peran dan keterlibatan gender wanita dalam kegiatan produktif, yakni membangun sektor pertanian. Hingga saat ini, program Kementan telah banyak memicu lahirnya wanita-wanita tangguh yang sukses terjun di sektor pertanian, dari aspek hulu hingga hilir.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan Kementan telah menerapkan program-program yang sejalan dengan kesetaraan antara pria dan wanita dalam membangun pertanian. Pertama, wanita diberikan kebebasan akses terhadap sumber daya yang sama dengan pria. 

“Kedua, wanita diberikan ruang gerak untuk ikut berpartisipasi mulai dari tahap persiapan pelaksanaan sampai aktivitas pertanian dari hulu ke hilir. Kemudian juga untuk diberi akses terhadap aspek kontrolnya. Wanita dapat ikut memonitor dan mengevaluasi dalam rangka pembangunan pertanian dan tentunya dari aspek pemanfaatan, para wanita dapat turut menikmati hasilnya,” kata Suwandi dalam webinar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani yang bertajuk “Wanita Tangguh dalam Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan” pada Kamis (21/4/2022).

“Saya apresiasi kepada seluruh wanita yang telah bekerja dengan sepenuh hati, dengan semangat, tidak ada lagi perbedaan antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan bidangnya masing-masing dalam rangka membangun pertanian. Kontribusi wanita selama ini sudah tercatat dengan baik, banyak wanita yang terlibat dalam dunia pertanian,” ucapnya.

Adapun wanita-wanita tangguh dalam membangun pertanian, sebagai berikut:

Pertama, Etik Suryani Bupati Sukoharjo. Di tangannya, Kabupaten Sukoharjo telah melaksanakan program super prioritas IP400 dengan luasan tanah 2.800 hektare. Kemudian, pada Oktober 2021 mendapat kunjungan dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, pada acara panen raya di Desa Tegalsari, Sukoharjo.

Kedua, Direktur Pembiayaan Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Indah Megahwati yang sukses dalam menjalankan program KUR. Program ini dapat mendukung serta meningkatkan produksi dan nilai tambah pertanian yang hingga saat ini terus bertambah.

Adapun pengembangan KUR Klaster Pertanian bertujuan memudahkan petani dalam mendapatkan akses pembiayaan KUR dari bank. Selain itu, BUMDES akan membantu memasarkan kepada para pembeli serta dengan adanya klaster ini dapat meningkatkan kepercayaan bank.   

“Peran kami dalam kementan tentunya mempersiapkan individu atau kelompok kemitraan yang tentunya menggunakan pembiayaan dengan KUR. Kita akan memberi kebijakan dan prioritas bidang usaha yang akan menerima penjaminan kredit atau pembiayaan, melakukan pembinaan dan pendampingan selama masa kredit atau pembiayaan serta memfasilitasi hubungan antara usaha tani dan Koperasi,” tutur Indah.

Ketiga, Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan, Tri Mumpuni mengatakan sangat disayangkan jika para petani menjual produk pertanian tapi mereka membawa makanan instan ke rumahnya. Mereka menganggap makanan instan itu sehat padahal makanan tersebut dapat menimbulkan penyakit. Alangkah baiknya jika hasil tanaman para petani yang dibawa ke keluarga sebagai makanan sehat. 

“Sebagai wanita tangguh, dalam pembangunan jaman sekarang adalah wanita yang mampu mempertahankan dan membuat makanan sehat untuk anak-anak dan keluarganya sendiri. Untuk itu perempuan tangguh jaman sekarang harus mengetahui penggolongan makanan dengan baik,” ucap Tri.  

Keempat, Erika B. Laconi sebagai Guru Besar IPB University. Menurutnya, peran perempuan yakni ibu adalah pendidik utama, di mana pendidikan bermula dari keluarga. Tiga sentra pendidikan berupa keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Maka dari itu, pendidikan penting bagi ibu untuk mendampingi anak yang lahir sebagai generasi digital. Pendidikan perempuan di Indonesia di atas rata-rata Asia dan Dunia. Sebanyak 56 persen mahasiswi di perguruan tinggi dan tingkat kecepatan penyelesaian studi ada pada mahasiswi.

“Semakin banyak perempuan yang berdaya dengan pendidikan, semakin banyak perempuan yang membangun Indonesia. Maka semakin cepat akselerasi pembangunan Indonesia ke depan,” kata Erika.

Kelima, Widiyanti, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten yang mengenalkan produk khas Klaten yaitu Rojolele Srinuk. Produk ini merupakan kultivar padi lokal unggulan yang berasal dari Kabupaten Klaten. Srinuk berasal dari kata SRI (Dewi Padi) dan INUK yang berarti sangat enak sekali, atau dapat diartikan juga sebagai singkatan Inovasi Nuklir Indonesia.

Keenam, Lia Nuryanah, Kepala Desa Cikondang, Kecamatan Hantara, Kuningan yang berhasil membangun dan mengembangkan wisata edukasi yang berbasis pertanian. Salah satu komoditasnya adalah singkong, sebagai pangan alternatif yang sedang dikembangkan di desa Cikondang. 

“Kami memberikan pelatihan dan menerima kunjungan sebagai peran Gucakusi dalam Edukasi. Kemudian terdapat Saung Cassava yaitu sebagai wadah untuk memfasilitasi produk olahan dari singkong dengan konsep fasilitasi manajamen dan pendampingan mulai dari sampai pemasaran serta Desa hadir melalui Bumdes dalam peran pengelolaan dan penampungan hasil panen,” kata Lia.

(CM)

Editor : Anindita Trinoviana

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda