Perpres Anggaran Rp1.750 Triliun untuk Beli Alutsista, Jubir Prabowo : Belum Final
Dia menuturkan, bila dianologikan, formula belanja tersebut ibarat membangun sebuah rumah. Membiayai pembangunan rumah dalam waktu tertentu kemudian jadi satu rumah yang ideal, bukan membangun secara mencicil pembangunannya, mulai dari jendelanya terlebih dulu baru, kemudian bagian lain dicicil setelah memiliki uang lagi.
Dia juga turut menjelaskan terkait pembiayaan. Dia memastikan, hal itu sama sekali tak akan membebani biaya APBN negara dan bersampak pada alokasi belanja yang termasuk skala prioritas penbangunna nasional.
"Mengapa? Karena pinjaman yang kemungkinan akan diberikan oleh beberapa negara ini diberikan dalam tenor yang panjang dan bunga sangat kecil serta proses pembayarannya menggunakan alokasi anggaran Kemhan yang setiap tahun yang memang sudah dialokasikan di APBN, dengan asumsi alokasi anggaran Kemhan di APBN konsisten sekitar 0,8 persen dari PDB selama 25 tahun ke depan," katanya.
Editor: Faieq Hidayat