Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perry Warjiyo Mundur, Ini Tahapan Pergantian Gubernur BI
Advertisement . Scroll to see content

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Rupiah Hari Ini Ditutup Turun ke Rp18.009 per Dolar AS

Senin, 27 Juli 2026 - 15:47:00 WIB
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Rupiah Hari Ini Ditutup Turun ke Rp18.009 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 46 poin atau sekitar 0,26 persen dan tembus ke level Rp18.009 per dolar AS pada perdagangan, Senin (27/7/2026). (Foto: Ilustrasi/Dok. iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Senin (27/7/2026). Mata uang garuda turun 46 poin atau sekitar 0,26 persen dan tembus ke level Rp18.009 per dolar AS.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, salah satu sentimen datang dari eksternal yakni Washington menghentikan kampanye pengebomannya setelah 13 malam berturut-turut melakukan serangan, dengan mengatakan akan memberikan lebih banyak waktu untuk upaya diplomatik setelah berminggu-minggu peningkatan serangan antara kedua pihak.

“Langkah itu dengan cepat dibalas. Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran akan menangguhkan serangan balasan selama jeda AS tetap berlaku, meskipun kedua pihak telah memperingatkan bahwa mereka tetap siap untuk melanjutkan aksi militer jika pembicaraan gagal,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Menurut Ibrahim, investor juga mendapat dorongan dari laporan pada hari Jumat bahwa China sedang berupaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian yang macet antara Washington dan Teheran, meningkatkan harapan bahwa konflik dapat bergeser kembali ke arah negosiasi setelah berminggu-minggu peningkatan militer.

Meskipun jeda dalam serangan AS dan Iran menandai indikasi nyata pertama bahwa ketegangan mungkin mereda, bank tersebut memperingatkan bahwa hanya ada sedikit penjelasan dari Washington untuk penghentian tersebut dan memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa konflik telah memasuki fase yang lebih tahan lama.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut