Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Rupiah Hari Ini Ditutup Turun ke Rp18.009 per Dolar AS
JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Senin (27/7/2026). Mata uang garuda turun 46 poin atau sekitar 0,26 persen dan tembus ke level Rp18.009 per dolar AS.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, salah satu sentimen datang dari eksternal yakni Washington menghentikan kampanye pengebomannya setelah 13 malam berturut-turut melakukan serangan, dengan mengatakan akan memberikan lebih banyak waktu untuk upaya diplomatik setelah berminggu-minggu peningkatan serangan antara kedua pihak.
“Langkah itu dengan cepat dibalas. Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran akan menangguhkan serangan balasan selama jeda AS tetap berlaku, meskipun kedua pihak telah memperingatkan bahwa mereka tetap siap untuk melanjutkan aksi militer jika pembicaraan gagal,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Menurut Ibrahim, investor juga mendapat dorongan dari laporan pada hari Jumat bahwa China sedang berupaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian yang macet antara Washington dan Teheran, meningkatkan harapan bahwa konflik dapat bergeser kembali ke arah negosiasi setelah berminggu-minggu peningkatan militer.
Meskipun jeda dalam serangan AS dan Iran menandai indikasi nyata pertama bahwa ketegangan mungkin mereda, bank tersebut memperingatkan bahwa hanya ada sedikit penjelasan dari Washington untuk penghentian tersebut dan memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa konflik telah memasuki fase yang lebih tahan lama.
Gangguan pengiriman membuat kekhawatiran pasokan tetap ada, meskipun permusuhan mereda, para pedagang tetap waspada karena gangguan pengiriman terus berlanjut. Jumlah kapal pengangkut komoditas yang melintasi Selat Hormuz setiap hari selama akhir pekan lebih sedikit, sementara lalu lintas melalui Selat Bab el-Mandeb juga melambat setelah serangan Houthi terhadap fasilitas minyak Saudi.
Dari sentimen dalam negeri, pasar merespons negatif terhadap mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dari jabatannya. Surat pengunduran diri diajukan Pery ke Presiden Prabowo Subianto per kemarin.
“Pengunduran diri tersebut bersamaan dengan gonjang-ganjing rupiah yang terus melemah akibat tensi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah antara AS dan Iran, membuat Presiden, pemerintah dan DPR sering melakukan intervensi terhadap independensi Bank Indonesia bahkan tidak jauh dari kata mundur untuk Bapk Pery Warjiyo,” kata Ibrahim.
Selain itu, rasio utang Indonesia yang berada di kisaran 40 persen terhadap PDB perlu dilihat bersama dengan kemampuan pemerintah dalam membayar utang serta kualitas penggunaan utang tersebut.
Rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tidak bisa dilihat secara sederhana hanya berdasarkan angka persentasenya.
Indikator rasio utang terhadap PDB memang menjadi salah satu ukuran yang lazim digunakan oleh lembaga internasional seperti IMF.
Namun, indikator tersebut tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran dalam menilai kesehatan fiskal suatu negara. Indikator yang lebih penting untuk diperhatikan adalah rasio pembayaran utang beserta bunganya terhadap pendapatan negara.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.010-Rp18.060 per dolar AS.
Editor: Aditya Pratama