Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AI Jadi Senjata Baru Amerika, Bidik Perusahaan Truk Pekerjakan Sopir Asing Ilegal
Advertisement . Scroll to see content

Persiapan cuma 3 Bulan, Tim ITB Kalahkan AS dan Spanyol Buat Tangan Palsu

Sabtu, 29 April 2023 - 10:50:00 WIB
Persiapan cuma 3 Bulan, Tim ITB Kalahkan AS dan Spanyol Buat Tangan Palsu
Tim dari ITB (Dok. ITB)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengalahkan tim dari Amerika Serikat dan Spanyol dalam ajang internasional. Padahal, mereka hanya memiliki waktu persiapan selama 3 bulan.

Adalah Karla Bionics, startup binaan ITB yang bergerak di bidang tangan palsu prostetik. Mereka berhasil menorehkan prestasi di ajag CYBATHLON Challenges 2023.

Karla Bionics terdiri atas Dosen Manajemen Rekayasa ITB, Wildan Trusaji (Manajemen Rekayasa 2010) serta 3 mahasiswa dan 2 alumni ITB, yakni Sekar Kedaton (Manajemen Rekayasa 2019), Alya Hanun (Manajemen Rekayasa 2019), Andy Lucky (Teknik Elektro 2018), Syaiful Hammam (Desain Produk 2014), dan Nurseptian Pratomo (Teknik Mesin 2010).

Mereka diketahui melombakan Mega Arm yang merupakan lengan prostesis untuk mendukung kebutuhan pekerjaan mekanikal. Fitur utama yang dimiliki adalah kemampuan mencapit, serta kekuatan struktur pada bagian pergelangan.

Mega Arm sendiri dibuat didasari temuan bahwa penyandang disabilitas di Indonesia mayoritas adalah pekerja yang mengalami kecelakaan kerja. Mereka pun sulit kembali menemukan pekerjaan formal.

Dalam waktu tiga bulan saja, tim Karla Bionics mulai mengembangkan teknologi lengan hingga proses latihan. Hal ini berkat pengembagan dari teknologi sebelumnya, yakni Raga Arm.

“Filosofi desain Mega Arm memanfaatkan prinsip biomimicry, di mana desain lengannya mengikuti prinsip desain dari capit kepiting. Terdapat tiga prinsip yang kami adopsi, yakni posisi diam yang menutup, pergerakan hanya dilakukan satu lengan satu waktu, serta pusat kontrol tidak terpusat pada bagian tengah membuat kontrol terhadap benda akan lebih terjaga,” kata Wildan dikutip dari laman resmi ITB, Sabtu (29/4/2023).

Secara tampilan, Mega Arm tetap menyerupai lengan non-amputasi agar para difabel tidak perlu menutupi kekurangannya. Pengaplikasi pun dilakukan kepada siswa SMK juruan mekanik Daffa Aldiansyah.

Berkat Mega Arm, Daffa kini bisa kembali bekerja sebagai mekanik sepeda motor. Ia bahkan aktif sebagai memodifikasi mesin motor.

"Ketika mesin yang disetel ternyata bikin motor lebih enak dibawa, saya ngerasa puas," tutur Daffa.

Sementara itu, Bisnis Development Karla Bionics, Khoirun Mumpuni mengatakan para penyandang disabilitas bisa memperoleh manfaat dari pengembangan Mega Arm. Bahkan, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan lembaga terkait.

"Para penyandang disabilitas terutama yang memiliki tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga akan kita upayakan untuk mendapat kemudahan memperoleh manfaat dari lengan prostesis Mega Arm ini, di mana kami akan mengusahakan bekerja sama dengan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan ataupun Program Badan Amal,” tutup dia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut