Pesan SBY ke Kader Demokrat: Teruslah Gigih Memperjuangkan Kepentingan Rakyat
JAKARTA, iNews.id - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta para kader tidak patah semangat terkait dengan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja. Partai Demokrat telah berjuang untuk menyampaikan aspirasi rakyat.
SBY menuturkan, kendati Partai Demokrat kalah dalam memperjuangkan hadirnya undang-undang yang lebih baik dan mendapatkan dukungan rakyat lebih luas, dia berharap para kader Demokrat tidak menyerah. Terpenting, Fraksi Partai Demokrat sudah menjalankan tugas dan tanggung jawab konstitusionalnya di parlemen.
“Kalah itu biasa dalam sebuah perjuangan. Seringkali pula, kekalahan itu adalah kemenangan yang tertunda,” kata SBY dalam pesan melalui video yang dibagikan Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan, Minggu (25/10/2020).
Presiden ke-6 RI ini mendorong agar para kader terus berjuang. Perjuangan itu tentu dengan cara-cara yang baik dan tepat.
Demokrat Pertanyakan Pimpinan DPR Percepat Paripurna Pengesahan UU Cipta Kerja
“Teruslah secara gigih memperjuangkan kepentingan rakyat, dengan cara-cara yang baik dan tepat, serta sesuai dengan konstitusi. Selamat berjuang, insya Allah Tuhan akan membimbing dan memberikan kekuatan kepada kita semua,” kata SBY.
Sementara itu Ossy mengatakan, pesan tersebut senada dengan apa yang disampaikan ketika SBY membacakan pidato perpisahan (farewell) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat pada 15 Maret 2020 atau tujuh bulan lalu. Dia berharap cuplikan video tersebut dapat menginspirasi dan memotivasi para kader dalam melanjutkan perjuangan ke depan.
Untuk diketahui, Fraksi Partai Demokrat DPR walk out dalam rapat paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja, Senin (5/10/2020). Demokrat menentang pengesahan undang-undang tersebut karena dinilai tergesa-gesa.
Keputusan walk out itu tejadi setelah anggota Fraksi Demokrat Benny K Harman tidak diberikan kesempatan menyampaikan pendapatnya saat melakukan interupsi. Mikrofon politikus senior itu bahkan sempat dimatikan pimpinan DPR. Sikap inilah yang akhirnya memicu seluruh anggota Fraksi Demokrat keluar dari rapat paripurna.
Editor: Zen Teguh