Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenhaj Libatkan KPK dan Kejagung Kawal Tender Haji 2026, Cegah Penyimpangan
Advertisement . Scroll to see content

Petugas Haji 2026 Masuk Barak Mulai 10 Januari, Digembleng Latihan Kedisiplinan

Kamis, 08 Januari 2026 - 15:45:00 WIB
Petugas Haji 2026 Masuk Barak Mulai 10 Januari, Digembleng Latihan Kedisiplinan
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Rohman Wibowo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan para petugas haji bakal digembleng secara militer demi persiapan pendampingan jemaah haji 2026. Petugas haji yang kebanyakan sipil ini direncanakan mengikuti pendidikan dan latihan ala militer di Asrama Haji, Pondok Gede, dan kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur selama tiga pekan. 

"Tanggal 10 (Januari) para petugas haji mulai masuk barak, istilah saya," kata Dahnil saat ditemui di asrama haji, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Keputusan untuk mendidik petugas haji secara militer datang dari evaluasi penyelenggaraan haji periode sebelumnya. Menurut Dahnil, ada hal-hal yang mesti ditingkatkan secara soft skill dari para petugas haji. 

"Banyak kritik dari publik, termasuk jemaah terkait komitmen pelayanan. Jadi, kita ingin pastikan para petugas haji orientasi pertamanya adalah pelayanan jemaah bukan nebeng naik haji," kata dia.

"Lalu, kami ingin pastikan integritas, kedisplinan, kekompakan tim karena kerja-kerja di Tanah Haram, Madinah, Makkah adalah kerja tim. Selama ini dan menjadi koreksi dan kritik saya bahwa kerja sama timnya bermasalah, tingkat kedisiplinannya bermasalah, koordinasinya bermasalah," imbuhnya.  

Bagi Dahnil, pendidikan ala militer menjadi satu-satunya cara yang dapat memperbaiki kinerja para petugas haji. Tak terkecuali membangun kekuatan fisik yang mesti dimiliki petugas haji saat melayani jamaah di Tanah Suci. 

"Instansi mana yang memiliki kapasitas untuk membangun tim yang kuat, itu adalah militer. Jadi, kalau ada yang bilang ini militerisme, iya, karena kami ingin mengadaptasi nilai-nilai kedisplinan dan kerja tim yang kuat dari militer, termasuk Peraturan baris-berbaris (PBB) karena awal dari ketertiban, kedisplinan itu dari PBB misalnya," ucap dia.

Bukan cuma terlibat dalam pendampingan pelatihan, aparat TNI dan Polri juga bakal diperbanyak sebagai petugas haji. Dahnil bilang keputusan penambahan personel aparat merupakan hal yang berdasar.

"Ditambah dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Amanah Presiden Prabowo menginginkan unsur TNI-Polri karena evaluasi setiap tahun bahwa kinerja petugas haji dari TNI atau Polri itu bagus," kata dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut