Pilkada 2020, Ini Panduan Datang ke TPS

Felldy Utama · Rabu, 14 Oktober 2020 - 14:56:00 WIB
Pilkada 2020, Ini Panduan Datang ke TPS
Mural Pilkada (Foto: Sindo)

JAKARTA, iNews.id - Berbagai penyesuaian dilakukan dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 yang dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dalam tahapan pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Evi Novida Ginting Manik mengingatkan ada sejumlah yang perlu diperhatikan pemilih sebelum datang ke TPS. Pemilih, kata dia, diminta untuk melihat forumulir C6 atau undangan yang diberikan kepada pemilih.

Dalam formulir itu, KPU telah mengatur waktu kedatangan pemilih di masing-masing TPS. Meskipun, waktu pemungutan suara dilaksanakan dari pukul 07.00-13.00, pemilih akan diminta untuk datang di waktu-waktu tertentu.

"Nanti ditentukan di formulir tersebut, misalnya bisa memilih hanya dari pukul 09.00-10.00," kata Evi dalam konfrensi nasional secara virtual bertajuk 'Penyelenggaraan Pilkada di Era Pandemi', Rabu (14/10/2020).

Evi menjelaskan, pengaturan waktu ini diterapkan dalam rangka menghindari terjadinya kerumunan di lokasi TPS. Jika berkaca dari pelaksanaan pemungutan suara di Pilkada sebelumnya, TPS biasanya dipenuhi pemilih di jam-jam tertentu saja.

Selain mengatur waktu kedatangan, dalam formulir undangan itu juga pemilih diminta untuk menggunakan masker ketika datang ke TPS. Evi mengatakan, petugas KPPS juga akan tetap menyediakan masker bagi para pemilih yang tidak menggunakan atau maskernya rusak saat tiba di lokasi TPS.

Selanjutnya, dalam formulir itu juga pemilih akan diminta untuk membawa alat tulis sendiri. Biasanya, kata dia, untuk mengisi daftar kehadiran pemilih, petugas KPPS telah menyediakan alat tulis untuk dipakai pemilih. Hal ini dilakukan dalam rangka menghindari penularan virus Covid-19.

"Nah kalau pun tidak (membawa), kita siapkan sanitizer yang bisa disemprot ke alat tulis yang akan digunakan oleh pemilih pada waktu dia datang ke TPS, sehingga kita harapkan ini bisa mencegah,"  ujarnya.

Evi mengatakan, penerapan protokol kesehatan inilah yang akan terus disimulasikan KPU dalam pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara. Bahkan, kata dia, setiap pekannya penyelenggara akan terus mengadakan simulasi untuk bisa mengevaluasi penerapan ini apakah bisa berjalan secara maksimal atau tidak.

"Ini dalam rangka sosialisasi, tetapi juga untuk meyakinkan publik bahwa TPS nanti pada hari pemungutan suara di tanggal 9 Desember aman dan akan bisa dilakukan dengan protokol kesehatan," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq