Pilot Batik Air Kenang Petugas ATC Anthonius: Dia Our National Hero
JAKARTA, iNews.id – Gempa bumi disusul tsunami dahsyat di Palu, Sulawesi Tengah, mengisahkan banyak cerita tragis. Sedikitnya 844 orang tewas hingga Senin (1/10/2018) kemarin, sementara ribuan warga kehilangan tempat tinggal.
Tragedi juga menimpa personel AirNav Indonesia Anthonius Gunawan Agung. Petugas Air Traffic Controller (ATC) AirNav Indonesia Cabang Palu itu mengembuskan napas terakhir karena meloncat dari tower saat gempa mengguncang.
Hebatnya, Anthonius meninggal setelah menuntaskan tugasnya memberikan clearing kepada penerbangan Batik Air ID 6231 untuk lepas landas dan menunggu pesawat tersebut airborne dengan selamat sebelum akhirnya meninggalkan kabin tower ATC. Kisah heroik pria asal Makassar itu pun menjadi perbincangan.
Pilot Batik Air ID 6231 Kapten Ricosetta Mafella tak melupakan percakapan terakhirnya dengan Anthonius di detik-detik sebelum gempa mengguncang Palu, Jumat (28/9/2018). Saat itu, Ricosetta bersiap tinggal landas dari Palu menuju Makassar.
Entah mengapa dia memutuskan untuk memajukan lebih cepat jadwal take-off beberapa menit. ”Saya merasa itu adalah suara Tuhan. Saya meminta percepatan untuk segera terbang,” kata Ricosetta dalam wawancara dengan iNews, Senin (1/10/2018).
Saat hendak tinggal landas itu, dirinya belum merasakan apa-apa. Komunikasi dilakukan dengan menara ATC. Batik Air meminta izin lepas landas. ”Terdengar jawaban, ‘Batik 6231 runway 33 clear for take of’. Kami take-off,” ujarnya.
Di detik-detik sebelum terbang, Ricosetta mengaku pesawat sempat mengalami pergerakan ke kanan dan ke kiri. Namun dirinya tak mengetahui bahwa itu gempa. ”Saya lihat semua parameter di pesawat bagus,” ujarnya.
Ricosetta tak menduga jawaban dari menara ATC adalah percakapan terakhir dirinya dengan Anthonius, personel yang saat itu bertugas. Dia baru mengetahui peristiwa gempa di Palu setelah mendarat di Makassar.
“Semua mendatangi saya dan memberitahukan apa yang terjadi,” katanya. Tak lama setelah itu dirinya juga mengetahui tentang cerita Anthonis, sosok yang memandu keberangkatan Batik Air ID 6231 yang diterbangkannya.

Ricosetta mengucapkan belasungkawa atas musibah yang menimpa Anthonius. Dia pun memuji sikap profesional yang ditunjukkan pria kelahiran Abepura itu.
”Saya menghormati setinggi-tingginya dan saya pun salut, hormat, dan berterima kasih dan sangat menghargainya. Dia adalah our national hero,” kata Ricosetta.
Di akun Instagramnya,Ricosetta juga memberikan penghargaan itu. "Thank you for keeping me and guarding me till I’m safely airborne. Then he jumped out of tower broke his leg and arm. Wing of honor for Anthonius Gunawan Agung as my guardian angel at Palu. Rest peacefully my wing man. God be with you."
Editor: Zen Teguh