Pimpinan MPR Silaturahmi ke MNC Media, Paparkan Rencana Amendemen UUD 1945

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 11 Desember 2019 - 21:22 WIB
Pimpinan MPR Silaturahmi ke MNC Media, Paparkan Rencana Amendemen UUD 1945

Direktur Corporate Secretary MNC Group Syafril Nasution (tiga dari kiri) menerima kunjungan Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah dan Jazilul Fawaid di iNews Tower, Jakarta, Rabu (11/12/2019). (Foto: Okezone).

JAKARTA, iNews.id – Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah dan Jazilul Fawaid berkunjung ke MNC Media di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Kunjungan dalam rangka Silaturahmi Kebangsaan ini merupakan bagian safari pimpinan MPR ke tokoh-tokoh bangsa, organisasi kemasyarakatan dan media massa.

Kedatangan Basarah dan Jazilul disambut Direktur Corporate Secretary MNC Group Syafril Nasution, Direktur Pemberitaan MNC Media Ray Wijaya, Direktur Legal, Corsec & Network iNews Wijaya Kusuma dan para pemimpin redaksi di MNC Media. Kepada para pimpinan MPR, Syafril Nasution menyampaikan selamat datang sekaligus menyampaikan salam dari Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT).

Basarah mengatakan, kunjungan ke MNC Media ini untuk menyampaikan beberapa rencana agenda MPR periode 2019-2024. Salah satunya rencana MPR untuk menghidupkan kembali haluan negara, baik usulan yang menyangkut melalui amendemen terbatas UUD 1945 maupun pada pandangan-pandangan yang lain.

"Sosialisasi semacam ini kami anggap penting karena tidak mungkin pikiran-pikiran anggota MPR, pikiran-pikiran pimpinan MPR tersampaikan dengan baik ke masyarakat tanpa bantuan dukungan sosialisasi dari media massa,” kata Basarah.

Politikus dari Fraksi PDI Perjuangan ini berharap dari kunjungan ini pemikiran, rencana dan program-program MPR dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat secara utuh. Dengan demikian, informasi tersebut tidak terdistorsi berbagai macam informasi yang sesungguhnya bukan dari MPR.

Basarah sekaligus meminta dukungan media terhadap rencana MPR menghidupkan kembali haluan negara melalui amandemen UUD 1945. Menghidupkan kembali haluan negara, kata dia, sudah diwacanakan dan direkomendasikan oleh MPR periode 2009-2014 yang akan ditindaklanjuti oleh MPR periode sekarang.

Dia memastikan amandemen UUD 1945 tidak akan melebar ke pasal-pasal yang dikhawatirkan selama ini seperti mengembalikan kewenangan MPR memilih presiden, menambah masa jabatan presiden atau membatasi kebebasan berpendapat.

”Haluan negara perlu dihidupkan lagi agar pembangunan negara lebih terarah serta memperkuat Pancasila sekaligus menangkal ideologi lain mengganggu negara,” ucapnya.

Sementara itu Syafril menerangkan, MNC Group saat ini masih menjadi grup media terintegrasi terbesar di Asia. MNC Group memiliki media dari berbagai platform, mulai televisi, cetak, online dan radio yang semua terintegrasi.

Dalam kesempatan itu Syafril juga meminta MPR mendukung penguatan dunia penyiaran Tanah Air, terlebih dari banyaknya gempuran siaran asing terutama lewat digital.

Editor : Zen Teguh