PKB Prediksi Ada Koalisi Terbatas Jika Gerindra Merapat ke KIK

Aditya Pratama ยท Minggu, 28 Juli 2019 - 02:04 WIB
PKB Prediksi Ada Koalisi Terbatas Jika Gerindra Merapat ke KIK

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding memprediksi ada penambahan anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Jika itu yang terjadi, koalisi yang dihasilkan pun nantinya terbatas.

Mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini menyebut, koalisi terbatas itu hanya berkoalisi untuk kepentingan parlemen tanpa berkontribusi di kabinet.

"Saya menduga, ini asumsi saya, kemungkinan akan terjadi yang disebut koalisi terbatas. Artinya Gerindra atau apa masuk (koalisi), tetapi koalisinya hanya di MPR atau DPR, kementerian enggak. Itu salah satu opsi atau kemungkinan. Tapi itu tergantung kesepakatannya nanti," tutur Karding di Jakarta, Sabtu (27/7/2019).

BACA JUGA:

Gerindra Buka Kemungkinan Gabung ke Koalisi Pemerintahan

Soal Penambahan Parpol Koalisi, Moeldoko: Kalau Bisa Diperkuat, Kenapa Enggak?

Pengamat: Tak Ada Urgensi Jokowi Tambah Koalisi

Karding memperkirakan, Partai Gerindra yang bergabung dalam barisan koalisi. Mengingat, partai pimpinan Prabowo Subianto itu lebih berpeluang dibanding parpol lainnya, yang berada di luar KIK.

"Ini pendapat pribadi ya, paling mungkin, tapi belum disepakati Pak Jokowi dan KIK karena dua itu. Mungkin Gerindra, Demokrat, dan PAN. Bukan (jumlah suara) lebih pada kebutuhan dan kepentingan serta strateginya," ucap Karding.

Namun, dia memaparkan, jika melihat kekuatan di parlemen yang mencapai 60 persen, hal tersebut dirasa sudah cukup untuk mengawal pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin lima tahun ke depan.

"Pengalaman kita zaman SBY (Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono) itu, koalisi besar, tapi mengelola koalisi itu pekerjaan tersendiri. Sebenarnya untuk kestabilan politik, terutama pemerintah itu sudah cukup," ujar Karding.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono memberi sinyal partainya bakal bergabung ke KIK. Peluang itu didasari dengan adanya pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dengan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) serta Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Apa yang disampaikan Pak Prabowo Subianto di MRT (kereta Moda Raya Terpadu, Jakarta) kemudian dilanjutkan pertemuan Pak Prabowo dengan Bu Megawati Soekarnoputri membuka peluang kemungkinan Partai Gerindra bergabung di pemerintahan. Jadi terbuka kemungkinan itu," ujarnya usai diskusi Polemik MNC Trijaya Network bertajuk 'Utak Atik Manuver Elit' di d'Consulate Resto, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2019).


Editor : Djibril Muhammad