PLN Kembangkan Solusi Layanan Kelistrikan Terintegrasi untuk Rumah Tangga hingga Dunia Usaha
“Penggunaan kompor listrik ini akan sangat menguntungkan kita di rumah tangga. Kita masih bergantung pada LPG (Liquefied Petroleum Gas), sementara sekitar 80 persen LPG kita impor. Jadi, untuk sektor konsumsi nonsubsidi, kita ingin mengarahkannya ke penggunaan kompor listrik," kata Eniya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto, mengatakan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah penting untuk memperluas pemanfaatan energi listrik ramah lingkungan di berbagai sektor. Upaya ini sekaligus merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap agenda Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.
“Asta Cita menempatkan swasembada energi sebagai salah satu fondasi kemandirian bangsa. PLN menerjemahkan arahan itu menjadi langkah konkret dengan mendorong rumah tangga beralih ke energi listrik, memperluas ekosistem kendaraan listrik, dan membuka akses energi hijau bagi industri. Setiap langkah ini mengurangi ketergantungan kita pada energi impor,” ujar Didi.
Ia menambahkan bahwa upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pengembang perumahan, produsen peralatan listrik hingga mitra SPKLU dan photovoltaic (PV) developer.
“Langkah kolaborasi ini tidak bisa dikerjakan PLN sendirian. Pengembang membangun rumahnya, produsen menyediakan peralatannya, mitra SPKLU memperluas jaringan pengisian, dan PV developer berkolaborasi menyediakan PLTS. Peran PLN adalah memastikan seluruh ekosistem ini terhubung dalam satu jaringan yang andal,” tegasnya.