Polisi: Bos Tekstil Bandung Korban Mutilasi di Malaysia Nuryanto

Okezone ยท Kamis, 14 Februari 2019 - 14:18 WIB
Polisi: Bos Tekstil Bandung Korban Mutilasi di Malaysia Nuryanto

Ilustrasi mutilasi

JAKARTA, iNews.id – Mabes Polri memastikan jasad korban mutilasi yang ditemukan di Malaysia adalah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Nuryanto. Kepastian itu didapatkan setelah tim Inafis Polri melakukan identifikasi sidik jari potongan tubuh korban, yang hasilnya, 12 titik kesamaan dengan identitas Nuryanto.

"Sidik jari jempol kiri setelah diidentifikasi kemudian ada sidik jari pembanding diketemukan ada 12 titik kesamaan. Sangat akurat menunjukkan korban yang meninggal dunia atas nama Nuryanto," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).

BACA JUGA:

Jadi Korban Mutilasi di Malaysia, Begini Suasana Rumah Duka Bos Tekstil di Bandung

Berurai Air Mata, Istri Korban Mutilasi di Malaysia Cerita Suaminya Sempat Telepon

Nuryanto yang merupakan bos tekstil asal Bandung itu ditemukan tewas bersama Ai Munawaroh dalam kondisi sudah dimutilasi di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

Sementara itu, untuk jasad Ai Munawaroh, Polri belum bisa memastikan. Mengingat Polisi Diraja Malaysia (PDRM) tidak menemukan potongan tangan korban.

Alhasil, polisi akan melakukan pemeriksaan DNA terhadap korban tersebut. Nantinya, sampel DNA itu diambil dari ayah kandung Ai Munawaroh dan akan dibawa ke Malaysia.

"Khusus untuk saudari Ai Munawaroh nanti melalui proses pembuktian DNA. Saat ini kami sudah dikirim DNA ayah biologis untuk pembuktian DNA," ujar Dedi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

Saat ini, PDRM sudah mengamankan dua warga negara Pakistan yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Namun, otoritas Malaysia belum menetapkan satu tersangka pun dalam kasus ini.

Sekadar diketahui, Nuryanto pergi ke Malaysia pada Kamis 17 Januari 2019. Rencananya, dia mengambil uang ke rekanan bisnisnya dari hasil menjual kain di Malaysia.

Selama di Malaysia, Nuryanto sempat tiga kali pindah hotel. Namun, pada 22 Januari, pihak keluarga putus komunikasi dengan Nuryanto.

Padahal, pihak keluarga dan penasihat hukum sempat mengonfirmasi ke pihak maskapai yang digunakan Nuryanto, Air Asia, terjadwal korban akan pulang pada 23 Januari 2019.

Alhasil, jenazah yang ditemukan diduga Nuryanto bersama jenazah perempuan yang juga diduga WNI pada 26 Februari di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.


Editor : Djibril Muhammad