Polisi Periksa 5 Saksi terkait Laporan MIO soal Dugaan Hotman Paris Hina Wartawan
Hotman juga mengeklaim orang yang dimaksud sebelumnya memperkenalkan diri sebagai anggota LSM, bukan wartawan. Atas dasar itu, dia mempertanyakan alasan pelaporan yang dikaitkan dengan Undang-Undang Pers. Dia juga menyebut dirinya tidak pernah menyerang atau menyinggung lembaga pers.
"Siapa yang dihina kalau misalnya begini, kalau gua terangin lu terus menerus tapi lu nggak ngerti-ngerti atau nggak mau terima terus gua tanya 'elu otaknya di mana kok lu punya otak nggak sih?' Itu kan pertanyaan karena gua sudah terangin tapi nggak mau ngerti. Harusnya pertanyaannya memang lebih sopan 'terus ngerti nggak sih?' Tapi juga waktu keluar salaman ternyata dia dari LSM ya. Karena waktu tanya pun dia nggak bilang dari media, dari LSM dia," paparnya.
Menurut Hotman, situasi tersebut terjadi dalam sesi doorstop, bukan konferensi pers atau forum resmi. Dia juga membantah telah menghalangi wartawan dalam memperoleh informasi. Hotman menilai pertanyaan yang diajukan kepadanya justru mengarah pada pernyataan tertentu mengenai sebuah instansi.
"Ini kan ada dia, justru karena pertanyaannya ngaco jadi gua bilang, sudah gua terangin kenapa lu masih tanya, justru menghalangi itu karena tidak terhalangi lah makanya omongan dia ada, dia sudah nungguin dari 4 jam. Dia maunya aku jawab yang rada-rada menyindir institusi. Makanya dipancing terus kalian wartawan itu kan suka aneh-aneh," paparnya.
Hotman kembali menegaskan pernyataannya ditujukan kepada individu yang berhadapan langsung dengannya. Dia juga menyebut tidak ada pembahasan mengenai lembaga pers dalam percakapan tersebut.
"Saya bilang saya sudah jawab saya bilang saya tidak bisa jawab saya bilang. Tapi ditanya terus akhirnya gue bilang harusnya jawaban 'lu ngerti nggak sih?' Harusnya 'lu punya otak nggak sih?' Kok kenapa lu nggak ngerti-ngerti? Jadi itu ke oknum perorangan. Dan juga tidak pernah di situ dibahas ada lembaga pers nggak ada, karena itu kan doorstop. Dan yang hadir itu dua pertiga adalah bukan wartawan. Ada intel ada LSM. Namanya juga kasus politik," kata Hotman lagi.
Editor: Rizky Agustian