Polisi Ungkap Masinis KA Argo Bromo Anggrek Ragu Tarik Rem Darurat karena Takut Anjlok
JAKARTA, iNews.id - MasinisKA Argo Bromo Anggrek berinisial AN mengaku ragu melakukan pengereman darurat sebelum kecelakaan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Hal itu karena khawatir gerbong kereta anjlok jika penarikan dilakukan.
"Menurut dia, kalau kami melakukan emergency brake ataupun rem mendadak itu bisa menyebabkan (terbalik) gerbongnya, ya. Tapi itu terbantahkan, bisa dipatahkan dari keterangan ahli perkeretaapian melalui rumus teori Minden," kata Kanit 1 Subdit 1 Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Muhammad Rizka dikutip Rabu (30/9/2026).
Berdasarkan hasil rekonstruksi dan penyidikan, masinis sudah melihat sinyal untuk melakukan pengereman. Jika pengereman dilakukan, kereta dinilai masih dapat berhenti sekitar 600 meter dari lokasi kecelakaan.
"Total bisa kurang lebih 1 kilometer masih kelihatan. Idealnya, kalau dari ahli perkeretaapian melalui teori perhitungan Minden, itu kapabel dilakukan pengereman. Sehingga berhenti total di 600 meter dengan kecepatan yang tercatat di data logger," ujar Rizka.
Rizka mengatakan terdapat ketentuan dalam SOP bagi masinis untuk melakukan pengereman darurat saat menghadapi kondisi ragu-ragu.