Polri Kerahkan 1 Juta Personel Gabungan Kawal Pilkada 2018

Annisa Ramadhani ยท Rabu, 14 Maret 2018 - 19:16 WIB
Polri Kerahkan 1 Juta Personel Gabungan Kawal Pilkada 2018

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. (Foto: iNews.id/ Annisa Ramadhani)

JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan akan mengerahkan lebih satu juta personel gabungan untuk pengamanan Pilkada Serentak 2018. Personel tersebut merupakan gabungan dari personel kepolisian, TNI, dan anggota Linmas.

"Jumlah pasukan yang kita libatkan untuk pilkada serentak sebanyak 1.107.310 personel," ujar Tito saat rapat kerja (raker) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Polri mengerahkan 184.013 personel kepolisian, dan sisanya berasal dari TNI sebanyak 99.559 personel, dan 823.738 anggota Linmas. Personel Linmas, kata Tito, diutamakan untuk penjagaan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 171 daerah. Selain itu, Polri menyiapkan sebanyak 41.333 personel tambahan dari Brimob untuk mengantisipasi jika terjadi konflik.

"Kita juga persiapkan pasukan yang standby, personel Brimob sebanyak 41.333," ujarnya.

Pengamanan itu nantinya akan dibagi menjadi tiga kategori sesuai pemetaan kerawanan daerah. Mulai dari kondisi rawan, agak rawan, dan daerah yang aman. Menurut dia, daerah yang benar-benar aman adalah daerah yang hanya mengusung calon tunggal.

"Kita memiliki dana kontigensi Rp300 miliar, maka kita bergerak denga cepat dengan sistem back up wilayah terdekat. Kalau kurang akan ditambah dengan kekuatan mabes polri dan satuan TNI," tandasnya.

Dana pengamanan pilkada sebanyak Rp300 miliar akan diambil dari APBD masing-masing daerah yang menjalankan proses pilkada. Sebanyak 171 daerah akan menggelar Pilkada 2018. Dari 171 daerah itu, terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten di Indonesia.

Tito memperkirakan situasi pilkada di 171 wilayah akan berjalan aman dan damai. Dia berharap isu panas yang pernah terjadi di Pilkada DKI Jakarta tidak terjadi di daerah lain. Tito yakin hal itu tidak akan terulang karena di pilkada di 171 wilayah terjadi crossing dan sharing antarpartai pendukung pemerintah dan partai oposisi. Crossing dan sharing antara parpol pendukung dan opsisi tersebut diprediksi akan menyejukkan suasana pilkada.

"Mungkin ada satu dua wilayah tertentu yang memiliki faktor (panas) itu. Dan ini tentu kita akan berikan atensi dan pengamanan khusus di tempat itu terutama mendinginkan suasana sekaligus untuk persiapan pasukan yang cukup di daerah seperti itu," katanya.

Editor : Azhar Azis