Habiburokhman: Narasi Reformasi Polri lewat Pergantian Kapolri Salah Kaprah
JAKARTA, iNews.id - Ketua Komisi III DPR Habiburokhman merespons pernyataan sejumlah tokoh yang bertemu Presiden Prabowo Subianto. Para tokoh itu menyebut reformasi Polri bisa berjalan asalkan terjadi pergantian Kapolri.
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan narasi tersebut salah kaprah.
"Pernyataan tokoh oposisi Abraham Samad dan rekan-rekannya kepada Presiden Prabowo jika reformasi kepolisian baru bisa dinyatakan ada jika Kapolri diganti adalah pernyataan yang salah kaprah," ujar Habiburokhman dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Dia memandang usulan tersebut terkesan bermuatan personal. Padahal, kata dia, banyak pihak yang berbicara terkait reformasi Polri berdasarkan kajian ilmiah.
Kapolri Kenang Wasiat Terakhir Istri Jenderal Hoegeng: Titip Polri! Jaga Integritas
"Usulan mereka terasa sangat tendensius, subjektif dan bersudut pandang yang sangat sempit," ujar Habiburokhman.
Dia menyatakan reformasi institusi tidak bisa didasarkan pada persoalan suka tidak suka terhadap individu. Dia menyatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo justru sosok yang selama ini terdepan dalam mempercepat reformasi Polri.
Istri Jenderal Hoegeng Eyang Meri Dimakamkan secara Kedinasan Upacara Kebesaran Polri