Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Beredar Surat Polres Tanjung Priok Minta THR, Polisi Pastikan Hoaks!
Advertisement . Scroll to see content

Polri: Sebarkan Hoaks Jakarta Lockdown Terancam Dipenjara 

Jumat, 05 Februari 2021 - 20:03:00 WIB
Polri: Sebarkan Hoaks Jakarta Lockdown Terancam Dipenjara 
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Prabowo Argo Yuwono. (Foto: Antara).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Masyarakat diimbau tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks terkait lockdown di Jakarta. Menyebarkan hoaks tersebut bisa dikenakan pasal dalam UU ITE dan diberikan sanksi pidana. 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, jika terbukti melanggar Pasal 28 ayat 1 UU ITE bisa dikenakan sanksi penjara paling lama enam tahun atau denda maksimal Rp1 miliar.

"Untuk anggota masyarakat yang melakukan penyebaran berita hoaks tentunya ada ancaman pidananya. Yang pertama di Pasal 28 ayat 1 UU ITE tahun 2008, pasal tersebut mengatur mengenai penyebaran berita bohong di media elektronik termasuk media sosial," ujar Argo di Jakarta, Jumat (5/2/2021).

Dia menyampaikan, pasal tersebut berbunyi setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik, dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut