Pompa Apung dari KSP Tiba di Aceh, Percepat Pengeringan Rumah hingga Fasum
ACEH BESAR, iNews.id - Kantor Staf Presiden (KSP) mengirimkan pompa apung untuk mempercepat pengeringan rumah warga dan fasilitas umum di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh. Selain itu, KSP menyalurkan ribuan item bantuan sandang dan kebutuhan dasar, termasuk perlengkapan bayi dan anak-anak.
Seluruh bantuan tersebut tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat (2/1/2026) siang. Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP, Iwan Eka menyampaikan, bantuan yang dikirim merupakan bentuk kepedulian terhadap warga terdampak bencana.
“Selanjutnya bantuan akan didistribusikan ke Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Bantuan tersebut meliputi pompa apung, pakaian, serta mainan untuk anak-anak,” ujarnya di Aceh Besar, dikutip Sabtu (3/1/2026).
Untuk pompa apung, KSP menyalurkan sebanyak 10 unit, dengan tujuh unit telah tiba dan sisanya masih dalam proses pengiriman. Iwan Eka menjelaskan, KSP memahami bahwa genangan air yang belum surut, lumpur yang menumpuk, serta keterbatasan kebutuhan dasar keluarga terutama bagi bayi dan anak-anak, menjadi persoalan mendesak yang dihadapi warga pascabencana.
Selain pompa apung, KSP menyiapkan alat penjernih air atau water purifier sebagai bagian dari dukungan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air minum yang bersih, aman dan layak konsumsi, khususnya di wilayah yang akses air bersihnya masih terbatas setelah bencana.
Bantuan tersebut akan segera didistribusikan ke wilayah terdampak, yakni Kabupaten Pidie di Gampong Lamkawe, Kecamatan Kembang Tanjong, serta Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur dan Kabupaten Pidie Jaya di Desa Lhoksanding, Kecamatan Meurah Dua. Distribusi difokuskan pada kawasan permukiman warga serta fasilitas umum yang selama ini menjadi titik paling lambat pulih pascabanjir.
“Pompa apung yang kami kirimkan bukan sekadar simbol bantuan, tetapi alat yang bisa langsung digunakan di lapangan. Tujuannya sederhana namun penting, agar rumah warga lebih cepat kering, aktivitas harian perlahan kembali berjalan, dan beban fisik serta psikologis masyarakat dapat berkurang,” lanjut Iwan.
Pompa apung dipilih karena bersifat adaptif dan portabel, sehingga mampu menjangkau kawasan permukiman dan area padat yang tidak dapat diakses alat berat.
Selain fokus pada pemulihan fisik, KSP juga memperhatikan aspek sosial dan kemanusiaan. Bantuan sandang, perlengkapan dasar, serta mainan anak-anak disalurkan untuk membantu menjaga martabat hidup warga dan memberikan rasa aman, khususnya bagi anak-anak di tengah situasi darurat.
Menurut Iwan Eka, langkah KSP ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan kehadiran negara secara nyata dengan empati dan kerja konkret, termasuk di hari libur. Hal tersebut tercermin dari kehadiran Presiden yang membersamai pengungsi di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada 31 Desember 2025, serta di Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026.
“Semangat itulah yang kami bawa ke Aceh. Negara tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga empati, kesadaran akan keterbatasan, serta komitmen untuk terus belajar dan beradaptasi agar proses pemulihan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Editor: Reza Fajri