Prabowo di Hadapan Putin: ASEAN Tak Selalu Damai, tapi Pilih Konsultasi daripada Konfrontasi
Prabowo menilai pilihan tersebut telah memberikan manfaat besar bagi kawasan. Menurutnya, kerja sama yang dibangun negara-negara Asia Tenggara selama hampir enam dekade telah menciptakan dividen perdamaian.
Melalui kondisi yang relatif stabil, petani dapat terus berproduksi, pabrik beroperasi, kapal berlayar, dunia usaha berinvestasi, anak-anak bersekolah, dan keluarga dapat merencanakan masa depan.
Karena itu, Prabowo mengajak Rusia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU) untuk turut memperluas dividen perdamaian tersebut melalui perjanjian perdagangan bebas Indonesia-EAEU atau I-EAEU.
Melalui perjanjian tersebut, negara-negara anggota EAEU yang terdiri atas Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgistan berkomitmen menghapus atau mengurangi bea masuk terhadap 11.882 pos tarif.
Prabowo mengatakan Indonesia telah menyelesaikan proses persetujuan parlemen atas perjanjian perdagangan tersebut. Pada Juli 2026, Indonesia juga telah meratifikasinya melalui penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres).
"Indonesia menginginkan perjanjian ini berlaku dan digunakan sesegera mungkin. Saya dengan hormat menyerukan kepada setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internalnya sehingga kita dapat memanfaatkan perjanjian ini sesegera mungkin," pungkas Prabowo.
Editor: Rizky Agustian