Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pembangunan Jembatan Bailey dan Armco di Sumbar dan Sumut Dikebut untuk Pulihkan Akses
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Disebut Keliru Ungkap Data Kekuatan TNI saat Debat

Minggu, 31 Maret 2019 - 15:20:00 WIB
Prabowo Disebut Keliru Ungkap Data Kekuatan TNI saat Debat
Capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto di panggung debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019). (Foto: Antara/Hafidz Mubarak).
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Keliru Baca Data

Puteri Presiden keempat RI almarhum Abdurahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid menyebut banyak data yang dikutip Prabowo Subianto keliru. Salah satunya adalah tentang anggaran pertahanan Indonesia yang dibandingkan dengan Singapura.

"Beliau (Prabowo) mengatakan bahwa salah satu kelemahan kita adalah anggaran kita kecil karena hanya sekitar 0,8% dari APBN kita, sementara Singapura 30% dari APBN. Ini cara baca yang keliru," kata Yenny, saat jumpa pers usai debat, di Hotel Sangrila, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Puteri Presiden keempat RI almarhum Abdurahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid saat jumpa pers usai debat capres Jokowi vs Prabowo Subianto di Hotel Sangrila, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

Menurut dia, APBN Indonesia jauh lebih besar dari Singapura. Bahkan, kata dia, bisa mencapai tiga kali lipat lebih besar. Disamping itu, dia memandang anggaran itu menjadi salah satu ukuran keperkasaan sebuah militer dari sebuah negara. Maka, Indonesia jauh melampaui Singapura.

"Kenapa, karena di kawasan ASEAN Indonesia adalah kekuatan militer yang dianggap paling kuat. Ini kata siapa, bukan kata saya, ini katanya Global Firepower Index. Sebuah lembaga yang menghitung kekuatan militer-militer di sebuah negara," tutur Yenny.

Apabila mengacu data tersebut, dia menambahkan, Indonesia dari segi militer menempati urutan ke-15 di dunia. Bahkan, untuk di tingkat ASEAN saja, Indonesia menempati urutan nomor satu.

"(Sementara) Singapura nomor 59. Indonesia bahkan lebih kuat dari Australia. Jadi kita melihat bacaan-bacaan Pak Prabowo datanya banyak yang keliru," ujar Yenny.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut