Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perang Lawan Iran Sebulan, AS Butuh Waktu Bertahun-tahun Isi Ulang Persenjataan 
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Ingatkan Pentingnya Perdamaian, Singgung Kondisi Lebanon hingga Iran

Rabu, 29 April 2026 - 14:03:00 WIB
Prabowo Ingatkan Pentingnya Perdamaian, Singgung Kondisi Lebanon hingga Iran
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya menjaga perdamaian dan menyinggung kondisi di Lebanon hingga Iran. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya menjaga perdamaian. Ia pun menyinggung kondisi yang masih terjadi di sejumlah negara seperti di Lebanon, Afghanistan, hingga Iran.

“Perdamaian sangat mahal. Lihat berita tiap hari. Lihat berita tiap hari. Lebanon, Sudan, Somalia, Yaman, Lebanon, Irak, Afghanistan, Balochistan. Mana negara yang tidak perang? Iran. Mana negara yang tidak perang? Kita jaga bangsa kita. Jaga bangsa kita,” kata Prabowo saat menghadiri acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4/2026).
 
Prabowo pada kesempatan itu juga mengingatkan perang yang terjadi di berbagai negara akan berdampak kepada Indonesia. Seperti ketika pecah perang dunia II, Indonesia pun terdampak. Bahkan, saat ini perang yang terjadi di Ukraina pun Indonesia terdampak seperti adanya kenaikan harga-harga gandum hingga minyak.

“Apa yang terjadi Ukraina berpengaruh pada kita. Terjadi perang di Ukraina berpengaruh kepada harga jagung, harga gandum, harga minyak. Apalagi perang lagi, di Gaza. Apalagi perang lagi di Teluk Persia, Iran lawan Amerika Israel,” paparnya.

Oleh karena itu, Prabowo mengingatkan kebangkitan suatu bangsa perlu kerja keras. Dia  mengatakan apa yang telah dipelajari dari sejarah tentang perkembangan dunia, satu-satunya jalan menuju kebangkitan suatu bangsa yang berhasil adalah nasionalisme, cinta tanah air, dan persatuan nasional.

“Dan hari ini dipahami dimengerti oleh negara-negara besar oleh negara-negara yang ingin jadi hegemon karena ini adalah sifat manusia, semakin besar semakin kuat, semakin ingin dominasi, semakin ingin menguasai,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut