Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Negara Kita Sebesar Eropa, Saya Harus Berkoalisi
Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tetap melakukan efisiensi. Salah satunya melalui penataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak menguntungkan dan memiliki kinerja buruk.
“Dalam kurang 2 tahun pemerintahan yang saya pimpin, kita telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi kita tutup 290 BUMN. Dengan 290 BUMN kita telah menghemat Rp50 triliun, Rp50 triliun,” ungkapnya.
Prabowo mengatakan pemerintah juga berencana menutup ratusan BUMN lainnya hingga akhir 2026.
“Dan pemerintah yang saya pimpin, Desember 31, 2026 kami akan menutup lagi paling sedikit 700 lagi yang kami akan tutup. Jadi nanti hanya tinggal mungkin 250 BUMN. Tinggal 200-250,” katanya.
Menurut Prabowo, langkah tersebut diharapkan dapat menghemat anggaran hingga Rp100 triliun dari biaya rutin atau overhead, termasuk gaji direksi dan komisaris.