Prabowo Sebut Programnya Marhaenisme bukan Prabowonomics: PDIP Susah Tak Dukung Ini
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto secara khusus menyampaikan terima kasih kepada PDI Perjuangan (PDIP) saat berpidato menyampaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo merespons posisi PDIP yang mengambil sikap berseberangan dengan pemerintahan Prabowo.
“Saya terima kasih dan terima kasih khusus sekali lagi untuk PDIP,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian berkelakar mengenai konsep ekonomi pemerintahannya yang selama ini kerap disebut sebagai Prabowonomics. Menurutnya, pemikiran ekonomi tersebut sejatinya memiliki keterkaitan dengan marhaenisme, pemikiran Presiden ke-1 Soekarno atau Bung Karno.
Oleh karena itu, Prabowo menyebut PDIP sulit untuk tidak mendukung kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah karena partai tersebut lekat dengan pemikiran Bung Karno.
“Sebenarnya ini bukan Prabowonomics, ini Marhaen ini. PDIP susah tidak mendukung ini lho,” ujarnya.
Prabowo mengatakan pemerintah tetap membutuhkan kritik dan pengawasan dalam menjalankan pemerintahan. Namun, menurutnya, kritik tersebut harus berjalan beriringan dengan kerja cepat untuk kepentingan rakyat.
Prabowo menyebut pemerintah dan DPR saat ini telah membangun kerja sama yang sinergis. Menurutnya, sinergi tersebut tidak berarti demokrasi dikesampingkan.
“Saya terima kasih, sekarang sudah ada kerja sama yang sangat sinergis antara pemerintah dan DPR. Ini tidak berarti bahwa tidak ada demokrasi. Kita harus ada demokrasi, kita harus diawasi, kita harus dikritik, tapi kita harus kerja cepat untuk rakyat kita. Dan ini saya kira sudah dihasilkan oleh DPR RI sekarang ini,” katanya.
Editor: Reza Fajri