Prabowo Temui Jokowi di Istana Bahas Peluang Kepulangan Rizieq Shihab

iNews, Stefani Patricia, Antara ยท Selasa, 12 November 2019 - 13:59 WIB
Prabowo Temui Jokowi di Istana Bahas Peluang Kepulangan Rizieq Shihab

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo usai pelantikan menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (Foto: Antara/Wahyu Putro).

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Kedatangannya antara lain untuk membahas kemungkinan kepulanan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dari Arab Saudi.

"Nanti kita ini ya, kita pelajari dulu, saya belum dengar," kata Prabowo di Istana Kepresidenan, Selasa (12/11/2019). Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu belum menjelaskan rinci mengenai hal tersebut. Prabowo langsung menuju kantor Presiden.

Prabowo pada Pilpres 2019 lalu meneken pakta integritas yang disodorkan forum Ijtima Ulama II GNPF. Pakta integritas itu berisi 17 poin yang salah satunya berisi kesanggupan Prabowo memulangkan dan menjamin Rizieq.

Rizieq pergi ke Arab Saudi sejak 26 April 2017 untuk menjalankan ibadah umrah. Pada saat sama, kepolisian akan memeriksanya terkait kasus 'baladacintarizieq'. Pada Juni 2018, polisi menghentikan penyidikan kasus ini.

Namun hingga saat ini Rizieq tak kunjung pulang ke Indonesia. Dalam konferensi pers di Jakara, Senin (11/11/2019), keluarga mengeklaim Rizieq sudah tiga kali berusaha pulang ke Indonesia, namun selalu ditangkal Pemerintah Indonesia.

Prabowo hari ini juga dijadwalkan menerima beberapa duta besar (dubes) negara sahabat termasuk Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi. Apakah juga akan membahas kepulangan Rizieq? Prabowo tak memastikan.

"Mudah-mudahan nanti kita lihat," ucap Prabowo.

BACA JUGA: Keluarga Sebut Rizieq Tiga Kali Berupaya Keluar dari Arab Saudi Namun Gagal

Rizieq mengaku tidak bisa pulang ke Indonesia karena sejumlah alasan pertama terkait masalah izin tinggal di Arab Saudi. Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan Rizieq tak bisa pulang karena tinggal di suatu tempat lebih lama dari masa yang diizinkan (overstay).

Solusi atas overstay tersebut yani dengan membayar denda sebesar 15.000-30.000 riyal atau Rp110 juta per orang.

Namun, pengacara Rizieq menyebut overstay bukan kesalahan kliennya. Rizieq sudah mencoba untuk keluar dari Arab Saudi supaya visanya masih bisa berlaku. Namun ternyata tidak pernah berhasil.


Editor : Zen Teguh