Prajurit TNI Korban Penembakan KKB dan Sembilan Nakes Dievakuasi ke Jayapura

Riezky Maulana ยท Jumat, 17 September 2021 - 20:59:00 WIB
Prajurit TNI Korban Penembakan KKB dan Sembilan Nakes Dievakuasi ke Jayapura
Koopsgab TNI Papua mengevakuasi sembilan nakes yang bertugas di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua dan satu anggota TNI korban penembakan KKB. (Foto: Dok. TNI).

JAKARTA, iNews.id - Koopsgab TNI Papua mengevakuasi sembilan dari 11 tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua dan satu anggota TNI korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Mereka dievakuasi ke Jayapura.

Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Bambang Trisnohadi mengungkapkan, seluruh korban akan mendapatkan pengobatan lanjutan atas kekerasan yang dialami.

"Pada sortie pertama ini kita berhasil mengevakuasi 10 orang terdiri dari satu prajurit TNI yang mengalami luka tembak dan sembilan tenaga kesehatan, yaitu 1 dokter, 3 perawat wanita dan 5 mantri,” ujar Bambang dalam keterangannya, Jumat (17/9/2021).

Dia menuturkan, satu korban bernama Suster Gabriella Meilani ditemukan meninggal dunia juga segera dievakuasi dari Distrik Kiwirok. 

"Jurang yang terjal serta cuaca buruk  membuat evakuasi para nakes dan jenazah Suster Gabriella Meilani mengalami penundaan yang seyogyanya dilaksanakan kemarin, sehingga proses evakuasi 10 orang baru dapat dilaksanakan hari ini,” tuturnya.

Saat ini, kata dia Kodam XVII/Cenderawasih telah mengirimkan pasukan tambahan gun melaksanakan pengamanaan dan pengejaran terhadap KKB. Baik itu yang ada di wilayah Distrik Kiwirok maupun sekitarnya.

"Pangdma Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono telah memberikan perintah agar personel TNI yang berada di Distrik Kiwirok Kompleks untuk melaksanakan pengejaran dan penangkapan. Baik hidup ataupun mati terhadap para pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, Pangdam Yoho telah memberikan instruksi agar memberikan bantuan bahan makanan kepada masyarakat Distrik Kiwirok. Tujuannya, lanjut dia untuk membantu meringankan beban hidup karena pasar yang ada telah dibakar KKB.

Selain itu, dia juga menyampaikan duka mendalam dan rasa prihatin atas tindakan yang dilakukan oleh KKB dan dinilai  di luar batas kemanusiaan.

“Mereka yang sudah mengabdikan diri, meninggalkan keluarga untuk bertugas di daerah terpencil dalam rangka melayani, membantu dan merawat masyarakat yang sakit tetapi mereka justru yang menjadi korban,” katanya.

Editor : Kurnia Illahi

Bagikan Artikel: