Prajurit TNI yang Gugur di Kongo Diberi Kenaikan Pangkat dari Serma Jadi Pelda Anumerta

Riezky Maulana ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 10:17 WIB
Prajurit TNI yang Gugur di Kongo Diberi Kenaikan Pangkat dari Serma Jadi Pelda Anumerta

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat menerima jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi yang gugur di Kongo. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan kenaikan pangkat kepada Serma Rama Wahyudi, prajurit TNI AD yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo, Afrika. Almarhum mendapat kenaikan pangkat dari Sersan Pertama (Serma) menjadi Pembantu Letnan Dua (Pelda) Anumerta.

Hadi menuturkan, semua proses pemenuhan hak-hak almarhum telah dirampungkan hari ini, Jumat (2/7/2020). Termasuk dari PBB.

"Hari ini beres semuanya. Termasuk kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Kemudian hak-hak beliau baik yang dari dalam negeri maupun hak dari PBB," ucap Panglima TNI di Hanggar Skuadron 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Dia menyampaikan, TNI Akan mengevaluasi kejadian yang menimpa almarhum yang gugur ditembak milisi bersenjata di Kongo saat berpatroli. Menurutnya, hal itu bertujuan agar ke depan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Bahkan, kata dia, PBB telah melakukan investigasi atas gugurnya Pelda Anumerta Rama Wahyudi. Namun sayangnya, Hadi tidak menjelaskan secara rinci investigasi tersebut telah dilakukan sampai mana.

"Tentunya evaluasi taktis di lapangan kami lakukan supaya tidak terjadi kejadian serupa. Tentunya PBB juga melakukan satu investigasi sehingga apa yang kita inginkan kegiatan di sana secara taktis di lapangan semuanya aman," katanya.

Panglima TNI kemudian menjelaskan bahwa Prajurit Satu (Pratu) Syafii Makbul yang turut menjadi korban dalam penyerangan itu dan dilarikan ke Rumah Sakit Goma, Kongo keadaannya kini sudah membaik. Pratu Makbul dilarikan ke rumah sakit lantaran terkena pecahan kaca dan serpihan proyektil peluru.

"Pratu Makbul selamat, dia terkena pecahan kaca dan serpihan materil senjata. Pratu Makbul saat ini sudah pulih setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit di wilayah Goma," ucapnya.

Sebelumnya, kantor berita AFP melaporkan serangan milisi bersenjata diarahkan pada patroli pasukan perdamaian sekitar 20 kilometer dari Kota Beni, Provinsi Kivu Utara, Sy Koumbo, Kongo, Senin (22/6/2020). Saat serangan mendadak itu terjadi, pasukan perdamaian PBB mengawal proyek pembangunan sebuah jembatan di wilayah Hululu. Serma Rama Wahyudi gugur karena tertembak di dada dan perut.

Editor : Rizal Bomantama