Profil Mayjen TNI Kristomei Sianturi dari Kapuspen TNI kini Jabat Pangdam XXI Radin Inten
JAKARTA, iNews.id - Profil Mayjen TNI Kristomei Sianturi dari Kapuspen TNI kini Jabat Pangdam XXI Radin Inten telah menjadi topik hangat di kalangan pencinta berita militer dan masyarakat Indonesia. Sebagai seorang jenderal bintang dua yang baru saja dilantik memimpin Kodam baru di wilayah Lampung dan Bengkulu, perjalanan hidupnya dari latar belakang sederhana hingga posisi strategis ini mencerminkan ketekunan dan pengabdian tanpa batas.
Lahir dan besar di Lampung, Kristomei bukan hanya simbol "pulang kampung" bagi putra daerah, tapi juga contoh bagaimana TNI membuka peluang bagi siapa saja yang berdedikasi. Artikel ini akan mengulas secara mendalam profil pribadinya, pendidikan, serta karir militer yang penuh prestasi, sambil menyoroti transisi dari Kepala Pusat Penerangan TNI ke Pangdam XXI/Radin Inten sebagai langkah penting dalam memperkuat pertahanan nasional.
Bayangkan seorang anak dari keluarga pedagang dan guru di pedesaan Lampung yang kini memimpin ribuan prajurit. Kisah Kristomei Sianturi dimulai dari akar rumput, di mana nilai-nilai kerja keras ditanamkan sejak kecil. Ayahnya sibuk berdagang di pasar lokal, sementara ibunya mengajar di SMA, membentuk karakter disiplin dan intelektual yang menjadi pondasi karirnya.
Tumbuh di lingkungan yang dekat dengan sejarah perjuangan seperti sosok Radin Inten—yang kini menjadi nama Kodam yang dipimpinnya membuatnya terinspirasi untuk bergabung dengan militer. Ini bukan cerita dongeng; ini realita yang menunjukkan bahwa latar belakang bukan penghalang, asal ada kemauan kuat untuk belajar dan bertugas.
Pendidikannya pun mencerminkan perjalanan yang sistematis. Dari sekolah dasar di Lampung hingga lulus SMA Taruna Nusantara pada 1994, Kristomei menunjukkan bakat kepemimpinan dini. Sekolah Taruna Nusantara, dengan kurikulum yang menggabungkan pendidikan umum dan dasar militer, menjadi batu loncatan sempurna. Kemudian, ia melanjutkan ke Akademi Militer di Magelang dan lulus pada 1997, siap terjun ke dunia nyata TNI.
Pendidikan lanjutan seperti kursus intelijen di Amerika Serikat pada 2003 dan menjadi lulusan terbaik Susopsgab TNI pada 2018 semakin memperkaya pengetahuannya. Gelar S.Sos. dan M.Si. yang diraihnya menegaskan komitmen pada pengembangan diri, bukan hanya mengandalkan pengalaman lapangan.
Dalam kepribadiannya, Kristomei dikenal sebagai pemimpin yang humanis. Ia sering turun langsung ke lapangan, mendengarkan keluhan prajurit, dan memastikan kesejahteraan mereka.
Pendekatan ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto saat pelantikan, yang menekankan profesionalisme dan kedekatan dengan rakyat. Prestasi non-militer seperti keberhasilan dalam pendidikan intelijen internasional membuatnya unggul di bidang strategi global.
Kini, sebagai Pangdam, ia diharapkan menerapkan pengalaman ini untuk menangani tantangan seperti bencana alam dan konflik agraria di Lampung-Bengkulu.
Karir militer Kristomei Sianturi adalah bukti nyata dari progresi yang konsisten, mulai dari tugas dasar hingga posisi puncak. Ia memulai dengan penugasan di unit elite, belajar dari bawah untuk memahami dinamika medan.
Pengalaman di Aceh pasca-konflik mengajarkannya tentang pembangunan perdamaian, sementara jabatan di Akmil membentuknya sebagai pendidik bagi generasi muda. Transisi ke Kapuspen TNI pada awal 2025 membuatnya mahir menangani informasi di era digital, termasuk melawan hoaks dan membangun citra positif TNI.
Kini, sebagai Pangdam XXI/Radin Inten yang dilantik pada 10 Agustus 2025, ia menghadapi tanggung jawab baru dalam mutasi besar-besaran TNI di bawah Panglima Agus Subiyanto.
Berikut adalah ringkasan karir militer Mayjen TNI Kristomei Sianturi: