Protes Keras Dubes Saudi, PBNU Temui Menlu Retno Marsudi

Felldy Utama ยท Senin, 03 Desember 2018 - 20:39 WIB
Protes Keras Dubes Saudi, PBNU Temui Menlu Retno Marsudi

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (kiri) menyampaikan pernyataan sikap di kantor PBNU, Jakarta, Senin (3/12/2018). (Foto: iNews.id/Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama memprotes keras informasi yang disampaikan Dubes Arab Saudi untuk Pemerintah Indonesia Osama bin Mohammed Al-Shuaibi mengenai pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Informasi berupa kicauan di Twitter itu dianggap mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.

Protes keras PBNU juga telah disampaikan ke Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menlu Retno mengaku telah siap menyampaikan nota protes itu kepada Pemerintah Arab Saudi.

"Sudah, sudah (bertemu). Bu Retno sudah setuju apa yang disikapi (PBNU). Ya karena dubesnya sedang enggak ada, jadi tadi baru manggil orang paling senior di kedutaan. Kan dubesnya enggak ada, lagi ke Saudi dia," kata Said di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Said menegaskan, permintaan maaf tak cukup untuk menyelesaikan apa yang sudah dilontarkan Osama dalam cuitannya tersebut. Dia berpendapat Osama harus diganti.

"Tadi kita minta tarik aja, ganti dubes yang baru. Ini bukan hanya menghina NU tapi merusak hubungan Saudi Arabia dan Indonesia," ucapnya.

PBNU memprotes Osama setelah dubes Saudi itu mengunggah pernyataan di akun Twitter. Menurut Said, Osama telah dengan sengaja menyebar fitnah dengan menuduh aksi pembakaran bendera di Garut beberapa waktu lalu dilakukan oleh jamaah almunharifah (organisasi yang sesat atau menyimpang).

Padahal, kata Said, terkait hal ini Gerakan Pemuda Ansor telah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran dan menyatakan tindakan tersebut telah keluar dari SOP GP Ansor.

Editor : Zen Teguh