Puan Maharani: Semakin Banyak Rakyat Terbebas Kemiskinan, Semakin Kuat Perekonomian Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong mengejar target penurunan angka kemiskinan di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap program-program yang mendukung target tersebut.
"Ketika angka kemiskinan berhasil diturunkan, ini akan meningkatkan martabat bangsa Indonesia secara keseluruhan. Semakin banyak rakyat yang terbebas dari kemiskinan, semakin kuat dan maju perekonomian Indonesia," kata Puan, Selasa (13/6/2023).
Jika merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020–2024, Pemerintah menetapkan target penurunan tingkat kemiskinan antara 7% hingga 6,5%, atau 18,34 juta sampai 19,75 juta penduduk pada akhir tahun 2024.
Namun hingga per September 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin mencapai sebesar 26,36 juta atau sebanyak 9,57%, yang artinya masih jauh dari target 7%. Bahkan angka kemiskinan di 14 provinsi masih berada di atas rata-rata nasional.
Bupati Manggarai Sebut Program Tekad Bantu Atasi Kemiskinan Ekstrem
"Penurunan angka kemiskinan memiliki arti penting dalam upaya mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," ucap Puan
"Kemiskinan menciptakan ketidaksetaraan sosial, ekonomi, dan kesempatan, sehingga mengurangi kemiskinan adalah langkah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan," katanya.
DPRD DIY Desak Pemda Selesaikan Masalah Kemiskinan Ekstrem hingga 2024
Oleh sebab itu, Puan mendorong adanya kerja sama yang berkesinambungan dan berkelanjutan antara setiap instansi pemerintah. Kolaborasi tersebut dinilai harus mencakup dalam beberapa program-program yang dibuat untuk mengejar target penurunan angka kemiskinan.
"Setiap instansi pemerintah harus memiliki target dan melakukan percepatan untuk melakukan berbagai perbaikan infrastruktur daerah untuk mendukung mobilitas dan aktivitas masyarakat, pendampingan bagi
petani dan nelayan dalam praktik usaha, serta program lainnya," jelas Puan.
Lebih lanjut, pemerintah diminta mulai melakukan percepatan penurunan angka kemiskinan di provinsi yang menjadi penyumbang terbanyak angka tersebut. Menurut catatan BPS, Provinsi Papua menduduki peringkat pertama sebagai provinsi termiskin di Indonesia. Tercatat, angka kemiskinan di Papua mencapai 26,80%.
"Fokus pada program pengentasan kemiskinan di daerah yang tingkat kemiskinannya tinggi dengan kombinasi bantuan sosial, jaminan sosial, inklusi keuangan, dan investasi infrastruktur yang tangguh dapat membantu rumah tangga keluar dari kemiskinan," katanya.
Editor: Faieq Hidayat