Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karhutla Dekati IKN, Otorita Siapkan Water Bombing di 5 Titik Prioritas
Advertisement . Scroll to see content

Puan Soroti Karhutla Makin Meluas: Harus Satu Kendali Lindungi Warga

Sabtu, 05 September 2026 - 07:00:00 WIB
Puan Soroti Karhutla Makin Meluas: Harus Satu Kendali Lindungi Warga
Ketua DPR, Puan Maharani. (Foto: Felldy Aslya Utama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua DPRPuan Maharani menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah yang semakin kritis karena sebarannya meluas. Dia meminta pemerintah mengoptimalkan penanganan karhutla karena kabut asap yang ditimbulkan dapat mengancam keselamatan masyarakat.

“Penanganan karhutla harus satu kendali yang prosesnya harus memadukan langkah-langkah pemadaman api, perlindungan kesehatan masyarakat, penyelenggaraan pendidikan, dan dukungan kepada keluarga terdampak,” kata Puan, Jumat (4/9/2026).

Puan menegaskan, karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan. Menurutnya, kabut asap akibat kebakaran dapat memberikan dampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Asap yang muncul dari karhutla dapat mengganggu kesehatan, aktivitas ekonomi, pendidikan, transportasi, bahkan berpotensi menimbulkan dampak lintas wilayah,” ucapnya.

Karena itu, Puan meminta penanganan karhutla dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, baik pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga terkait.

“Lintas koordinasi untuk memastikan setiap aspek yang terdampak dapat tertangani dengan lebih terarah dan terpadu. Yang pasti, keselamatan dan kesehatan warga harus menjadi indikator utama penanganan Karhutla,” sebut Puan.

Lebih lanjut, Puan mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, masyarakat, dan pengelola kawasan. Menurutnya, kecepatan dalam merespons titik api menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.

“Kecepatan respons sangat menentukan. Semakin lama sebuah titik api dibiarkan, semakin besar pula biaya dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengendalikannya,” katanya.

Di sisi lain, Puan mendukung langkah pemerintah menyegel 21 badan usaha yang lahannya terindikasi terkait karhutla di tujuh provinsi. Dia meminta proses penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab dilakukan secara transparan.

“Perkembangan upaya penegakan hukum maupun pemberian sanksi terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap Karhutla perlu terus disampaikan ke publik,” ujar Puan.

Puan memastikan DPR akan terus mengawal penanganan karhutla hingga masyarakat kembali mendapatkan udara yang aman.

“Kami di DPR juga akan mengawal penanganan Karhutla dari lintas komisi mengingat dampaknya berpengaruh pada banyak sektor. Baik dari komisi yang membidangi urusan kehutanan dan lingkungan, penanganan bencana, kesehatan, pendidikan, penegakan hukum, dan komisi lain yang terkait,” terangnya.

Puan juga mengingatkan pemerintah untuk menyusun peta jalan atau roadmap pencegahan karhutla. Menurutnya, karhutla merupakan bencana yang terus berulang setiap tahun sehingga diperlukan langkah pencegahan jangka panjang.

"Karhutla bukan bencana yang boleh diwariskan sebagai rutinitas kepada anak-anak kita. Negara harus memutus siklus tahunan ini,” pungkas Puan.

Diketahui, karhutla yang menimbulkan kabut asap pekat telah mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat, terutama di sejumlah daerah di Kalimantan dan Sumatera.

Hingga awal September 2026, situasi karhutla di Indonesia dilaporkan semakin meluas dan membesar akibat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat pemerintah meningkatkan upaya pemadaman dan pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut