Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Ungkap Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus
Advertisement . Scroll to see content

Puncak Kemarau Diprediksi Agustus, Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Air

Selasa, 30 Juli 2019 - 15:11:00 WIB
Puncak Kemarau Diprediksi Agustus, Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Air
Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak bencana Kementerian Koordinator (Kemenko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Dody Usogo memberikan keterangan pers di Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2019). (Fo
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Koordinator (Kemenko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) berkomitmen untuk menanggulangi dampak kemarau dengan memberikan bantuan air. Diprediksi, puncak kemarau terjadi pada Agustus mendatang.

Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak bencana Kemenko PMK, Dody Usogo mengatakan, musim kemarau terjadi pada Juli hingga Oktober 2019. Masyarakat diminta mengantisipasi kekeringan.

"Berdasarkan pendataan dari BMKG ditemukan kekeringan Juli-Oktober dengan puncaknya pada Agustus," ujar Dody dalam konferensi pers mengenai kesiapsiagaan mengantisipasi musim kemarau dan kebakaran hutan serta lahan, di Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2019).

Identifikasi yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat sebanyak 55 daerah dan kota yang mendapatkan surat siaga darurat bencana kekeringan. Di antaranya, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedangkan provinsi dengan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yaitu Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Dia menambahkan, 28 provinsi dengan luas wilayah 11.774.437 hektare dengank 48.491.666 jiwa berisiko terdampak kekeringan pada tingkat sedang hingga tinggi. "Sekarang di Indonesia ini, ada satu daerah masih kena banjir, terdampak karhutla dan kekeringan. Pesisir selatan Jawa sudah kekeringan," ucapnya.

Menurutnya, banyak upaya yang dilakukan untuk mengatipasi kekeringan tersebut dengan mendistribuskan air bersih. Saat ini telah mengirimkan jutaan liter air untuk untuk menyuplai kebutuhan pokok warga.

"Air bersih sudah sebanyak tujuh juta liter, penambahan mobil tanki, hidran umum, pembuatan sumur bor dan kampanye hemat air," ucapnya.

Selain distribusi air bersih, pemerintah melalui BMKG sudah menyosialisasikan daerah terdampak kekeringan. Melalui prediksi itu diharapkan ada kewaspadaan dari pemerintah daerah (pemda) setempat terhadap dampak musim kemarau. BNPB juga sudah menerjunkan satuan tugas (satgas) siaga karhutla untuk meredam kebakaran lahan.

"Satgas karhutla sudah diterjunkan ya ke provinsi Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Baratr, Kalimantan Tengah. Kekuatan 1.502 orang. Mereka bertugas mengantisipasi dan mengedukasi karhutla di masyarakat," katanya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut