Puncak Kemarau Diprediksi Agustus, Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Air
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Koordinator (Kemenko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) berkomitmen untuk menanggulangi dampak kemarau dengan memberikan bantuan air. Diprediksi, puncak kemarau terjadi pada Agustus mendatang.
Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak bencana Kemenko PMK, Dody Usogo mengatakan, musim kemarau terjadi pada Juli hingga Oktober 2019. Masyarakat diminta mengantisipasi kekeringan.
"Berdasarkan pendataan dari BMKG ditemukan kekeringan Juli-Oktober dengan puncaknya pada Agustus," ujar Dody dalam konferensi pers mengenai kesiapsiagaan mengantisipasi musim kemarau dan kebakaran hutan serta lahan, di Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2019).
Identifikasi yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat sebanyak 55 daerah dan kota yang mendapatkan surat siaga darurat bencana kekeringan. Di antaranya, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedangkan provinsi dengan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yaitu Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
BPBD: 21 Wilayah di Jakarta Berpotensi Mengalami Kekeringan
Dia menambahkan, 28 provinsi dengan luas wilayah 11.774.437 hektare dengank 48.491.666 jiwa berisiko terdampak kekeringan pada tingkat sedang hingga tinggi. "Sekarang di Indonesia ini, ada satu daerah masih kena banjir, terdampak karhutla dan kekeringan. Pesisir selatan Jawa sudah kekeringan," ucapnya.
Menurutnya, banyak upaya yang dilakukan untuk mengatipasi kekeringan tersebut dengan mendistribuskan air bersih. Saat ini telah mengirimkan jutaan liter air untuk untuk menyuplai kebutuhan pokok warga.
"Air bersih sudah sebanyak tujuh juta liter, penambahan mobil tanki, hidran umum, pembuatan sumur bor dan kampanye hemat air," ucapnya.
Selain distribusi air bersih, pemerintah melalui BMKG sudah menyosialisasikan daerah terdampak kekeringan. Melalui prediksi itu diharapkan ada kewaspadaan dari pemerintah daerah (pemda) setempat terhadap dampak musim kemarau. BNPB juga sudah menerjunkan satuan tugas (satgas) siaga karhutla untuk meredam kebakaran lahan.
"Satgas karhutla sudah diterjunkan ya ke provinsi Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Baratr, Kalimantan Tengah. Kekuatan 1.502 orang. Mereka bertugas mengantisipasi dan mengedukasi karhutla di masyarakat," katanya.
Editor: Kurnia Illahi