Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Bongkar Kejanggalan DTSEN: Anak Masuk Desil 7, Tukang Becak Desil 10
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya bakal Uji Ulang Akurasi Data usai Sang Anak Masuk Desil 7

Rabu, 09 September 2026 - 14:44:00 WIB
Purbaya bakal Uji Ulang Akurasi Data usai Sang Anak Masuk Desil 7
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan uji ulang akurasi data usai sang anak masuk desil 7. (Foto: iNews.id/Anggie)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menguji ratusan sampel Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) setelah muncul kejanggalan dalam penetapan kelompok kesejahteraan atau desil. Pengujian dilakukan setelah proses pemutakhiran data DTSEN 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) rampung.

Rencana tersebut muncul setelah Purbaya menerima informasi mengenai ketidaksesuaian desil dalam DTSEN. Salah satu yang menjadi sorotan, anak Purbaya, Yudo Achilles Sadewa, tercatat dalam desil 7. Pada saat yang sama, seorang tukang becak disebut masuk desil 10 yang merupakan kelompok paling sejahtera.

Eks Ketua DK LPS ini mengaku belum mengetahui penyebab munculnya perbedaan tersebut. Dia juga menyebut belum mengecek metodologi yang digunakan BPS dalam proses pendataan.

"Kenapa datanya salah? Saya nggak tahu. Saya belum pernah cek dengan BPS gimana metodologinya, itu urusan mereka, mereka lebih ahli harusnya kan,” ujar Purbaya saat berbincang dengan awak media di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Menurut Purbaya, akurasi penetapan desil menjadi hal penting karena DTSEN akan menjadi salah satu acuan dalam penyaluran program bantuan pemerintah. Kesalahan dalam pengelompokan data dapat memengaruhi ketepatan sasaran program perlindungan sosial.Dia juga menyoroti laporan mengenai data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi penerima.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut