Purbaya Buka Suara soal Wamen Thomas Djiwandono Masuk Bursa Deputi Gubernur BI
JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait nama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia mengaku mendukung hal tersebut.
Purbaya menilai perpindahan tersebut akan memberikan perspektif yang lebih luas bagi Thomas, mengingat latar belakangnya saat ini yang berada di sektor fiskal.
"Tanggapan saya gimana? Ya bagus lah, biar Pak Thomas punya pengalaman lebih luas lagi. Sudah di fiskal sekarang, kalau masuk kan ke moneter, kan bagus. Saya mendukung," ujar Purbaya usai menghadiri rapat dengan Komisi XI DPR RI bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (19/1/2026)
Purbaya juga mengonfirmasi adanya kemungkinan pertukaran posisi antara Thomas Djiwandono dengan Juda Agung, yang dikabarkan akan masuk ke lingkungan pemerintahan. Bahkan, ia berencana segera menemui Juda Agung untuk mendiskusikan langkah ke depan.
"Kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu. Nanti saya mau ketemu dengan Pak Juda, mungkin besok kali. Saya mau lihat niatnya dia apa sih. Kayaknya switch ya kelihatannya. Kalau bocornya seperti itu ya? Kayaknya begitu," ungkapnya.
Sementara itu, Purbaya menanggapi pertanyaan awak media mengenai kunjungan-kunjungan Thomas ke BI sebelumnya. Ia pun menjawab dengan nada bercanda bahwa Thomas ingin pindah sejak kunjungan tersebut.
"Disuruh ngintip-ngintip, di BI ada apa sih? Kan sudah ngintip dua kali cukup. Jadi dia pindah ke sana juga cukup saya pikir," selorohnya.
Purbaya menepis kekhawatiran bahwa masuknya unsur pemerintah ke bank sentral akan menggerus independensi BI.
Menurutnya, pertukaran ini adalah hal yang seimbang dan tidak ada hubungannya dengan intervensi kebijakan. Selama pengambilan keputusan tetap dipisahkan antara fiskal dan moneter, maka independensi lembaga akan tetap aman.
"Nggak ada yang aneh, kalau independensi nggak ada hubungannya. Kecuali nanti pada waktu ambil keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan nggak ada, jadi BI independen kita jalankan fiskal, mereka jalankan moneter, kita koordinasi di KSSK untuk memastikan kebijakannya walaupun sama-sama independen. Tapi memastikan kedua kebijakan bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat," kata Purbaya.
Editor: Puti Aini Yasmin