Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekonomi Naik 5,61%, Purbaya Ajak Investor Balik ke Pasar Modal: Serok Saja, Nanti Untung Banyak
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240 Triliun di Kuartal I 2026

Selasa, 05 Mei 2026 - 15:38:00 WIB
Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240 Triliun di Kuartal I 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan APBN defisit Rp240 triliun di kuartal I 2026. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Keuangan melaporkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit sebesar Rp240,1 triliun. Angka itu terhitung per 31 Maret 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa angka defisit tersebut setara dengan 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

"Hingga Maret 2026 APBN tumbuh ekspansif kalau dilihat, 2026 pendapatan negara tumbuh 10 persen angka April kepabeanan sudah positif. Surplus mencapai 240,1 defisit 0,93 persen dari PDB," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (5/5/2026).

Purbaya merinci pendapatan negara per Maret 2026 terkumpul sebesar Rp574,9 triliun, atau baru mencapai 18,2 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp3.153,6 triliun.

Di sisi lain, penyerapan belanja negara bergerak lebih cepat dengan realisasi mencapai Rp815 triliun, setara dengan 21,2 persen dari total pagu belanja tahun ini. Selisih antara belanja yang lebih besar dibandingkan pendapatan inilah yang memicu defisit fiskal tersebut.

"Yang jelas, belanja selalu bisa kita kendalikan, income (pendapatan) juga akan kami tingkatkan. Sekarang 20,7 persen pertumbuhannya, pajak. Ke depan akan kita jaga dan mungkin akan tinggi lagi laju pertumbuhannya," ungkap dia.  

Dalam laporannya, eks Ketua DK LPS ini juga menyoroti defisit keseimbangan primer yang telah menyentuh Rp95,8 triliun, melampaui target defisit yang didesain sebesar Rp89,7 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, terjadi lonjakan defisit yang signifikan.

Sebagai perbandingan pada Maret 2025 defisit tercatat Rp104,2 triliun (0,43 persen dari PDB) dan Maret 2026 defisit mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen dari PDB). Dengan demikian, secara tahunan, defisit pada Maret 2026 meningkat sebesar 130,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah sendiri telah mendesain total defisit APBN untuk sepanjang tahun 2026 sebesar Rp689,1 triliun, atau dipatok pada level 2,68 persen terhadap PDB.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut