Purbaya Optimistis Defisit APBN 2026 Terjaga di 2,85 Persen, Ini Faktornya
Jika melihat performa di lapangan, realisasi APBN sepanjang semester I 2026 menunjukkan kinerja yang aman dan terkendali. Pendapatan negara terealisasi sebesar Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN, mencatatkan pertumbuhan 21,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Rapor ini disumbang oleh penerimaan perpajakan senilai Rp1.187,8 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp271,0 triliun.
Kemudian, belanja negara sudah terserap mencapai Rp1.656,0 triliun atau 43,1 persen dari pagu APBN, tumbuh 17,8 persen (yoy) dibandingkan semester I 2025. Dana ini telah disalurkan untuk program MBG, bantuan sosial (bansos), pembangunan infrastruktur, subsidi, kompensasi, hingga dana transfer ke daerah (TKD).
Melalui kombinasi kinerja pendapatan dan belanja selama enam bulan pertama tersebut, angka defisit APBN per semester I 2026 tercatat sebesar Rp196,5 triliun atau baru menyentuh 0,76 persen terhadap PDB.
Editor: Aditya Pratama