Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Anjlok ke Rp16.860 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya Optimistis Rupiah Menguat dalam 2 Minggu: Nggak Usah Takut, Fondasi Kita Kuat

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:31:00 WIB
Purbaya Optimistis Rupiah Menguat dalam 2 Minggu: Nggak Usah Takut, Fondasi Kita Kuat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi bahwa nilai tukar rupiah akan menguat terhadap dolar AS. (Foto: iNews.id/Anggie)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi bahwa nilai tukar rupiah akan menguat terhadap dolar AS. Hal itu ia perkirakan terjadi dalam dua pekan lagi.

Purbaya meyakini bahwa rupiah akan segera berbalik menguat seiring dengan fundamental ekonomi nasional yang tetap kokoh. Ia memproyeksikan penguatan tersebut akan mulai terlihat dalam waktu dekat.

"Dua minggu ini (rupiah bakal menguat)," ujar Purbaya singkat saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, daya tarik investasi Indonesia tetap tinggi. Sebab, pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan melonjak ke arah 6 persen tahun ini akan menjadi magnet bagi modal asing (capital inflow) untuk kembali masuk ke pasar domestik.

“Jadi Anda nggak usah takut, fondasi kita kuat. Rupiah akan (menguat) karena modal akan masuk ke sini. Orang Indonesia yang menaruh uangnya di luar negeri juga akan balik. Dia akan berbisnis di sini, karena orang Indonesia tidak bisa berbisnis di luar negeri, mereka tidak biasa bersaing sehat di sana," ujar Purbaya.

Keyakinan Purbaya didasarkan pada performa ekonomi yang terus menunjukkan tren positif. Setelah mencatatkan pertumbuhan di kisaran 5,45 persen pada kuartal keempat tahun lalu, pemerintah berkomitmen mendorong akselerasi pertumbuhan lebih tinggi lagi.

"Kalau nanti ekonominya membaik terus, harusnya rupiah kan menguat juga, hampir otomatis. Kenapa? Karena modal-modal asing akan masuk. Mereka akan masuk ke negara yang menjanjikan pertumbuhan yang lebih tinggi," tambahnya.

Optimistis Purbaya sejalan dengan langkah Bank Indonesia (BI). Sebelumnya, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea menyatakan bahwa pelemahan Rupiah yang menyentuh level Rp16.860 per dolar AS pada Selasa (13/1/2026) lebih disebabkan oleh tekanan eksternal dan tensi geopolitik global.

"Stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga berkat konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia yang terus dilakukan secara berkesinambungan melalui intervensi NDF di pasar off-shore di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika, serta intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder," jelas Erwin.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut