Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo: Mari Kita Jujur, Apa Pertumbuhan Ekonomi Sudah Merata dan Adil?
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya Sebut Sinergi Kebijakan Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen Tahun Ini

Senin, 03 Agustus 2026 - 18:23:00 WIB
Purbaya Sebut Sinergi Kebijakan Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen Tahun Ini
Ketua DK OJK Frederica Widyasari Dewi, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Pjs Gubernur BI Destry Damayanti dan Ketua DK LPS Anggito Abimanyu dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK III 2026 di Jakarta, Senin (3/7/2026). (Foto: Yudistiro Pranoto)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan perekonomian nasional sepanjang 2026 akan tumbuh di kisaran 5,6-6 persen. Proyeksi ini ditopang oleh sinergi kebijakan pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Purbaya mengatakan, pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun akan dijaga melalui penguatan konsumsi atau daya beli masyarakat, peningkatan investasi, serta percepatan realisasi belanja pemerintah.

"Sinergi kebijakan antara lembaga anggota KSSK akan terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan momentum pertumbuhan. Dengan sinergi kebijakan tersebut, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 diperkirakan berada pada kisaran 5,6 persen–6,0 persen year-on-year," ujar Purbaya dalam Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Purbaya, yang juga menjabat Ketua KSSK, menegaskan bahwa belanja negara hingga akhir tahun akan diarahkan untuk mendukung konsumsi rumah tangga melalui program perlindungan sosial, menjaga stabilitas harga pangan dan energi, serta pemberian stimulus berupa diskon tarif transportasi selama periode libur sekolah.

Sementara dari sisi investasi, Purbaya menilai pertumbuhan akan ditopang oleh banyaknya proyek hilirisasi bernilai tambah tinggi yang akan direalisasikan hingga akhir tahun. Optimisme tersebut juga tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang masih berada di zona ekspansi.

"Aktivitas manufaktur sempat termoderasi pada akhir triwulan II, namun kembali melanjutkan ekspansi pada Juli 2026 dengan PMI manufaktur di level 50,2 yang menunjukkan pemulihan optimisme pelaku usaha," tuturnya.

Selain itu, Purbaya mengatakan pembangunan infrastruktur melalui berbagai program prioritas pemerintah akan terus dipercepat hingga akhir tahun. Langkah ini diharapkan meningkatkan kontribusi belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Konsumsi pemerintah diperkirakan tumbuh positif sejalan dengan percepatan belanja program prioritas, pembayaran gaji ke-13 bagi aparatur negara, dan penyaluran bantuan sosial," ucapnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut