Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Ekonom Soroti Efek Domino ke Ekonomi RI
JAKARTA, iNews.id - Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai, pengunduran diri Perry Warjiyo dari Gubernur Bank Indonesia (BI) berpotensi memicu efek domino terhadap perekonomian nasional. Dampaknya diprediksi meluas dari pelemahan rupiah hingga kenaikan inflasi hingga suku bunga kredit.
Adapun, pasar keuangan merespons pengunduran diri tersebut bukan sekadar urusan administratif. Pada hari pengunduran diri Perry, Senin (27/7/2026), data BI mencatat Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp17.995 per dolar AS, yang menjadi sinyal bahwa pasar sedang menghitung ulang risiko kebijakan di Indonesia.
"Ketika kepercayaan terhadap Bank Indonesia terguncang, dampaknya ialah soal kenaikan biaya yang akan merangkak naik sampai ke meja makan rumah tangga, cicilan kredit, modal kerja UMKM, harga obat, biaya produksi pabrik, dan bunga utang pemerintah," ucap Achmad dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/7/2026).
Achmad menyoroti pelemahan rupiah berdampak sistemik karena struktur impor Indonesia didominasi oleh bahan baku, bahan penolong, dan barang modal industri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor bahan baku dan penolong pada Mei 2026 melonjak 25,17 persen secara tahunan (yoy), dengan akumulasi nilai mencapai 43,17 miliar dolar AS pada periode Januari-Maret 2026.
Kondisi ini, kata Achmad, memicu kenaikan biaya produksi di berbagai sektor industri seperti makanan, farmasi, elektronik, otomotif, hingga tekstil. Di tingkat konsumen, BPS mencatat inflasi nasional Juni 2026 sudah menyentuh 3,34 persen (yoy), mendekati batas atas sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus satu persen.