Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Guntur Romli PDIP Dukung Demokrat Proses Hukum soal Tudingan SBY di Balik Isu Ijazah Jokowi
Advertisement . Scroll to see content

Putuskan Gabung Koalisi Jokowi, Demokrat Diminta Tak Main Dua Kaki

Selasa, 13 Agustus 2019 - 05:00:00 WIB
Putuskan Gabung Koalisi Jokowi, Demokrat Diminta Tak Main Dua Kaki
Partai Demokrat diminta tidak main politik dua kaki jika benar-benar bergabung dengan koalisi pendukung pemerintahan Jokowi. (Foto: ilustrasi/dok.Sindonews).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Keputusan Partai Demokrat bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dinilai langkah tepat. Namun, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu diminta tidak main politik dua kaki.

"Semakin banyak partai yang bergabung dengan koalisi pemerintah, saya kira semakin baik sehingga tidak kita habiskan waktu kita untuk berdialektika, berdiskusi, berdebat di ruang publik," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta, Emrus Sihombing, Senin (12/8/2019).

Kendati dipandang baik, Emrus mengingatkan, ketika Demokrat sudah menyatakan bergabung dengan koalisi pemerintahan, mereka harus memiliki sikap konsisten. Jangan sampai setelah bergabung, namun di tengah jalan masih menyerang pemerintah dengan alasan kritik membangun.

"Itu kan namanya main dua kaki. Kalaupun ketika nanti berkoalisi ada yang kurang maka harusnya disampaikan di rapat kabinet, tidak harus disampaikan di ruang publik dengan alasan kami tetap memberikan pengawasan kepada pemerintahan melalui legislatif. Itu sebenarnya politik dua kaki," kata dia.

Partai Demokrat akhirnya memutuskan masuk dalam Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Menurut Ketua Divisi Komunikasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaen, keputusan tersebut diambil setelah berkabung 40 hari meninggalnya Ani Yudhoyono.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut