Raja-Raja Bali Datang ke Istana, Tagih Janji Prabowo Bangun Bandara Bali Utara
"Nah kalau tidak ya tidak, kalau iya tolong dipercepat karena pembangunan bandara itu tidak bisa setahun dua tahun, paling tidak tiga sampai empat tahun bahkan lima tahun," sambung dia.
Menurut Cokorda, komitmen pembangunan bandara Bali Utara pernah disampaikan Prabowo pada 13 Februari 2024. Bandara tersebut direncanakan dibangun di kawasan lepas Pantai Kubutambahan sebagai pintu masuk baru ke Pulau Bali, mengingat selama ini Bali hanya memiliki satu bandara internasional, yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai di wilayah selatan.
Dia menilai keberadaan bandara baru akan mempercepat pemerataan pembangunan di Pulau Dewata. Selama ini, aktivitas ekonomi dan pembangunan dinilai lebih banyak terpusat di Bali Selatan, sementara Bali Utara masih tertinggal, termasuk dari sisi kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Di mana pembangunan di selatan itu masif sekali, kemudian menimbulkan apa namanya, masyarakat dan generasi muda khususnya yang ada di Bali utara itu tidak ada lapangan kerja. Karena tidak ada pembangunan, tidak ada proyek,” ucapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Cokorda juga menegaskan pembangunan bandara Bali Utara tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dia menyebut proyek sepenuhnya akan dibiayai investor swasta sehingga tidak membebani kondisi fiskal pemerintah.