Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Angela Tanoesoedibjo Ajak Mahasiswa Lawan Hoaks hingga Bijak Bermedia Sosial
Advertisement . Scroll to see content

Ramai Soal Hepatitis Misterius, Pakar Unpad Jelaskan Cara Mencegahnya

Senin, 09 Mei 2022 - 10:12:00 WIB
Ramai Soal Hepatitis Misterius, Pakar Unpad Jelaskan Cara Mencegahnya
ilustrasi hepatitis misterius
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kasus hepatitis misterius telah menjadi perhatian dunia, termasuk Indonesia. Pakar dari Universitas Padjajaran (Unpad) pun menjelaskan cara mencegah penyakit tersebut.

Menurut Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof Dr Dwi Prasetyo, dr, SpA(K), MKes, hepatitis misterius merupakan penyakit hepatitis yang tidak diketahui etiologinya. Hal ini telah diteliti dari kasus yang terjadi di Inggris.

“Hepatitis yang biasa kita kenal ada A, B, C, D, dan E. Kejadian di Inggris itu sudah diperiksa ternyata negatif lima hepatitis tersebut. Makanya mereka melaporkan jenis hepatitis yang tidak diketahui etiologinya atau jenis hepatitis non A, B, C, D, E,” ucap Prof Dwi dikutip dari laman resmi Unpad, Senin (9/5/2022).

Namun, sampai saat ini, para ahli masih belum mengetahui penyebab hepatitis misterius tersebut. Penyakit masih ditemukan terjadi di anak-anak, dan ada kemungkinan menular ke orang dewasa.

“Saat ini yang dilaporkan masih anak-anak, tetapi tidak mustahil bisa menular ke orang dewasa. Sekarang masih ditelusuri,” ujarnya. 

Ada beberapa kemungkinan mengapa anak-anak rentan tertular hepatitis misterius. Ia menduga hal ini karena perkembangan imunitas anak yang belum kuat. Apalagi laporan penularan penyakit ini juga terjadi pada bayi yang baru lahir. 

“Ini masih diteliti terus, nanti dilihat juga apakah anak-anak yang kena ini ada komorbid, sehat-sehat saja, atau punya gangguan imunitas,” ucap dia. 

Hepatitis, kata Prof Dwi, di luar kasus hepatitis misterius, merupakan penyakit yang rentan menular. Penularan hepatitis A ditularkan dari mulut dan pola hidup yang tidak sehat. Hal ini rentan terjadi pada anak-anak sekolah yang kesadaran menjaga kebersihannya masih kurang.

Kemudian, hepatitis B dan C ditularkan melalui produk darah, di antaranya transfusi darah. Sedangkan, hepatitis D dan E seringnya menempel atau koinsiden pada hepatitis A, B, dan C. Hingga saat ini, baru hepatitis A dan B yang sudah memiliki vaksin. 

“Untuk hepatitis yang tidak diketahui masih belum tahu persis menular lewat mulut atau transfusi. Bisa juga menular lewat semuanya,” kata Prof Dwi.

Untuk itu, Prof Dwi mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup higienis dan sering menjaga kebersihan tubuh. Utamanya adalah menjaga kebersihan tangan, layaknya belajar dari pandemi Covid-19.

“Masyarakat sudah punya pengalaman tentang hidup sehat dari Covid-19. Ini salah satu cara mencegahnya,” ujar dia.

Jika terindikasi tertular, Prof Dwi menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan. Ciri umum yang mudah terlihat dari hepatitis adalah mata dan kulit yang menguning, warna urine kuning pekat, hingga memiliki gejala demam, mual, dan muntah. 

“Segera lapor ke Puskesmas. Sekarang tenaga kesehatan sudah diberikan pedoman dan penanganannya, mulai dari petugas kesehatan di tingkat primer. Kalau di luar kompetensinya, pasien akan dirujuk secara berjenjang,” tutup Prof Dwi.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut